BEIJING, KOMPAS.com — China merasa yakin bisa menjamin keselamatan bangsanya dari ancaman aksi terorisme Al Qaeda. Seorang pemimpin Al Qaeda telah menyerukan kepada anggotanya, terutama pada suku Uighur di Xinjiang, untuk melancarkan jihad terhadap Beijing.
"Pemerintah China yakin dan mampu melindungi keselamatan bangsanya, kehidupan, dan kesejahteraan rakyatnya," kata juru bicara kementerian luar negeri Ma Zhaoxu dalam sebuah pernyataan, Sabtu (10/10). Ma menanggapi seruan yang dikeluarkan pekan ini oleh Abu Yahia al-Libi, salah seorang pemimpin terkemuka Al Qaeda, dalam satu rekaman video yang ditempatkan di laman Islamist.
"Saudara-saudara Muslim kami di Turkistan tahu bahwa tidak ada cara untuk menyelamatkan, dan bahwa tidak ada cara untuk mencabut penindasan dan ketidakadilan kecuali dengan penuh kepercayaan kembali kepada keimanan mereka, dan kasih sayang sebanyak mungkin; dan serius siap untuk berjihad," kata Libi dalam laman itu.
Dia juga mengklaim suku Uighur menderita diskriminasi dan berjanji bahwa rezim China akan menghadapi nasib yang sama seperti bekas Uni Soviet, yang menghadapi para pejuang Islam dalam pertempuran ganas di Afganistan.
Namun, Ma mengatakan dalam pernyataannya bahwa wilayah barat laut China, Xinjiang, di mana pemberontakan menelan banyak korban pecah pada Juli lalu antara suku Uighur dan China Han, ’sepenuhnya telah melaksanakan langkah-langkah kesetaraan etnis dan kebebasan beragama.’ "Kami akan terus bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk bergabung dalam menghadapi ancaman terorisme," katanya.
Pada 5 Juli, kerusuhan etnis di Urumqi, ibukota Xinjiang, mengakibatkan hampir 200 orang tewas. Menurut China, sebagian besar korban tewas dari suku Han.
Namun, para pemimpin Uighur di pengasingan telah menuduh pecahnya kekerasan itu akibat pasukan China, yang menuduh mereka melepas tembakan terhadap aksi protes yang dilakukan secara damai berkaitan dengan pembunuhan dua orang Uighur di satu pabrik, di provinsi selatan Guangdong.
China telah menjatuhi hukuman mati salah seorang penghasut bentrokan Sabtu lalu, dan lainnya diganjar hukuman penjara seumur hidup akibat melakukan gerakan yang diartikan sebagai upaya untuk menenangkan masyarakat Uighur. Namun, ratusan warga Uighur telah ditahan berkaitan aksi kekerasan di Urumqi itu, dan ketegangan-ketegangan pun masih tinggi di wilayah itu.
