BEIJING, KOMPAS.com — Korea Utara (Korut) ingin menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan (Korsel). Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan hal itu dalam sebuah jumpa pers, Sabtu, di Beijing, beberapa hari setelah kunjungannya ke Pyongyang.
Namun, dia menambahkan, perkembangan saat ini membuat kemajuan itu terbatas. "Korea Utara tidak hanya berharap untuk meningkatkan hubungan dengan AS, tapi pihaknya juga berharap untuk melakukannya dengan Korea Selatan dan Jepang," kata Wen setelah mengadakan pertemuan puncak dengan para pemimpin Jepang dan Korea Selatan.
"Ini adalah kesan terdalam yang saya peroleh dari kunjungan saya," katanya. Para pemimpin dari ketiga negara bertemu di Beijing, Sabtu (10/10).
Pemimpin besar Korea Utara, Kim Jong-Il, telah membuat pernyataan sangat mengejutkan bahwa dia akan kembali ke perundingan perlucutan nuklir enam negara. Namun, dia juga membuat perundingan bilateral dengan AS menjadi prioritas utama.
Wen mengatakan, ada batasan waktu untuk memajukan sengketa ini dan mengatakan bahwa Beijing akan menyambut secara sungguh-sungguh perundingan timbal-balik antara Pyongyang dan Washington. Setelah Wen bicara, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak mengatakan, dia menyambut prakarsa Seoul berkaitan dengan perundingan timbal-baliknya dengan Korea Utara.
"Saya menyambut gagasan itu. Namun, tujuan akhir perundingan antara Korea Selatan dan Korea Utara hendaknya mengenai perlucutan nuklir Korea Utara," katanya.
