
HAVANA, KOMPAS.com — Pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro, Sabtu (10/10), mengatakan, pemberian Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama merupakan suatu langkah positif.
Castro dalam sebuah artikel mengatakan, keputusan Komite Nobel dimaksudkan untuk mengkritik ’politik genosida’ yang dilakukan pendahulu Obama. "Saya tak selalu setuju dengan keputusan-keputusan lembaga ini. Namun, saat ini saya akui bahwa ini adalah suatu langkah positif," kata Castro dalam tulisannya.
Dia menambahkan, banyak pihak di seluruh dunia yang berpendapat bahwa pemberian hadiah itu terlalu dini. "Tapi kami ingin tahu keputusan ini lebih dari sekadar penghargaan kepada seorang Presiden AS. Kami tahu kritik-kritik politiknya terhadap genosida yang dilakukan oleh sejumlah Presiden AS yang lalu," tulis Castro.
Obama akan datang ke Oslo untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian, kata Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg, Jumat, setelah pembicaraan dengan Obama. Hadiah tersebut akan diserahkan pada 10 Desember, hari ulang tahun meninggalnya pendiri penghargaan itu, Alfred Nobel, pada 1896.
"Obama mengatakan, ia menanti-nanti untuk datang ke Oslo guna menerima hadiah itu," kata pernyataan dari kantor Stoltenberg, setelah perdana menteri itu menelepon Obama untuk mengucapkan selamat padanya.