KABUL, KOMPAS.com — Seorang anggota fanatik Al Qaeda, yang melatih para pengikut Al Qaeda asal Eropa untuk bertempur di Afganistan, memberikan peringatan keras bagi para tentara sekutu dengan mem-posting gambar sebuah pisau sepanjang dua kaki. Teroris berjenggot itu diidentifikasi sebagai Abu Askar the German yang merupakan anggota legiun asing Osama bin Laden yang bertempur bersama Taliban.
Dalam sebuah video terbaru yang di-posting di internet, dia bersumpah untuk 'mencapai kemenangan bagi Islam' dengan menggunakan pisau besar dengan tulisan berbahasa Arab. Dalam gambar yang dibuat untuk menakut-nakuti tentara Inggris dan Amerika Serikat (AS) itu, dia juga duduk sambil memangku senjata AK47.
Ahli terorisme dan penulis Chris Dobson mengatakan kepada The Sun, "Ancaman Abu Askar jelas, 'Setiap orang yang menentang kita akan kehilangan kepalanya'. Seorang pelaku 'jihad' Islam yang fanatik mempunyai rekor memancung tangkapannya dan membual tentang itu untuk menebar ketakutan bagi musuh mereka."
Ia menambahkan, "Abu Askar dan pisaunya tidak diragukan lagi merupakan bagian dari perang mental para pelaku 'jihad' yang sedang tumbuh melawan Barat. Tetapi (keberanian) mereka juga merefleksikan kepercayaan diri yang tumbuh, terutama di antara para teroris lokal yang sedang tumbuh, bahwa Barat sedang rentan."
Sebuah pesan video mengatakan, Askar merupakan kelompok teroris yang dekat dengan Al Qaeda. Kelompok itu bersembunyi di wilayah tanpa hukum di perbatasan Pakistan dengan Afganistan. Mereka masuk ke Afganistan untuk melakukan serangan terhadap tentara AS dan Inggris. Askar membual bahwa terorisme telah menarik minat banyak orang dari seluruh Eropa, sebagaimana juga dari Rusia dan China.
Komandan Anggatan Bersenjata Inggris, Jenderal Sir David Richards, telah memberi sinyal tentang kemungkinan kekalahan perang di Afganistan dan orang-orang seperti Askar akan bermunculan. Dia mengatakan, "Kegagalan akan menjadi efek katalis bagi para militan karena pesannya akan menjadi, Al Qaeda telah mengalahkan sekutu paling kuat di dunia."
