Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:29 WIB
Taliban Memang Incar Kedubes India
Josephus Primus | primus | Jumat, 9 Oktober 2009 | 07:49 WIB
|
Share:

(AP Photo/Nashanuddin Khan)
Asap membubung dari beberapa gedung saat seorang tentara Afghanistan (kiri) bersiaga di gedung pemerintah, provinsi Khost, sebelah timur ibukota Kabul. Beberapa tim pelaku bom bunuh diri melancarkan serangan ke beberapa gedung pemerintah provinsi Khost, 12 Mei 2009

TERKAIT:

KABUL, KOMPAS.com - Satu bom besar meledak di luar kedutaan besar India di Kabul tengah, Kamis (8/10), menewaskan 17 orang dan melukai 76 orang lagi, dalam rangkaian serangan paling akhir oleh gerilyawan terhadap bangunan pemerintah dan diplomatik di ibu kota Afganistan.
   
Kerusuhan telah mencapai tingkat terburuknya dalam perang delapan tahun tersebut, saat gerilyawan Taliban memperluas pertempuran ke daerah yang sebelumnya aman, termasuk Kabul. Serangan di ibuk ota Afganistan tersebut telah jarang terjadi sampai awal tahun lalu.
   
Sejak 2008, telah terjadi sebanyak selusin serangan besar di kota tersebut, termasuk serangan terhadap kedutaan besar Jerman, markas pasukan pimpinan NATO, bangunan Kementerian Penerangan dan Kementerian Kehakiman serta sasaran lain di dekat Kedubes AS, istana presiden dan bandar udara.
   
Ledakan Kamis mengoyak bangunan pasar di seberang jalan dari kompleks Kedubes India, yang dijaga ketat, sehingga melemparkan puing dan reruntuhan bangunan ke seberang jalan, tempat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan juga berada.
   
Taliban, yang digulingkan sebagai penguasa Afganistan pada 2001, menyusul serbuan pimpinan AS, mengaku bertanggung jawab atas pengeboman itu, dan mengatakan sasarannya adalah kedubes tersebut. Itu adalah serangan besar kedua terhadap misi India dalam 15 bulan. India menyatakan semua staf kedubesnya selamat.
   

 

Sumber :
Ant