PARIS, KOMPAS.com — Orang yang pergi ke Eropa harus bersiap-siap diperlakukan seperti penyelundup obat bius karena aparat keamanan berencana merekomendasikan tindakan-tindakan pengamanan baru yang bakal menganggu kenyamanan.
Petinggi aparat antiteror Perancis mengusulkan tindakan-tindakan pengamanan baru seperti pemeriksaan dengan sinar X pada seluruh tubuh. Langkah itu diusulkan setelah seorang teroris dari jaringan Al Qaeda, akhir Agustus lalu, mencoba membunuh seorang pangeran Arab Saudi dengan sebuah bom yang dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Cara baru Al Qaeda itu dilakukan Abdullah Hassan al Asiri yang meledakan dirinya hingga menjadi 70 keping di Jedah dalam sebuah serangan terhadap Pangeran Mohammed bin Nayef, kepala antiteroris Saudi. Teroris berusia 23 tahun itu meledakan bom, yang dimasukkan ke dalam rektumnya, dengan pemicu telepon seluler. Al Qaeda telah berjanji untuk menyebarkan panduan membuat bom semacam itu di internet.
Dalam kejadian itu, sang pangeran yang menjadi target pembunuhan hanya menderita luka kecil. Namun para ahli menyatakan, ledakan semacam itu akan menjadi bencana besar jika terjadi di kabin pesawat jet penumpang.
Seorang petinggi kepolisian Perancis kepada Harian Le Figaro mengatakan, dinas rahasia sedang mempertimbangkan tindakan pengamanan baru tersebut. Namun, sejumlah orang di pemerintah tampaknya masih mempersoalkan karena cara-cara itu menjadikan penumpang diperlakukan seperti penyelundup.
"Tidak terbayang ketika Anda berpikir tentang frekuensi terbang dari sejumlah orang. Risiko kesehatannya (karena sering terpapar sinar X) akan terlalu tinggi," kata seorang pejabat senior di Departemen Dalam Negeri.