KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
AS: Korut Harus Tutup Total Program Nuklir
Selasa, 6 Oktober 2009 | 14:15 WIB
AP PHOTO/AHN YOUNG-JOON
Tayangan televisi tentang uji coba nuklir Korea Utara terlihat di kereta bawah tanah di Seoul, Korea Selatan, Selasa 26 Mei 2009.
TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat siap berunding dengan Korea Utara (Korut) jika hal itu bisa mengembalikannya ke meja perundingan perlucutan nuklir.

Namun, seperti dilansir AFP, AS menegaskan bahwa tujuan perundingan harus menutup total program senjata nuklir Korut.

Demikian dikatakan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ias Kelly, Senin, menanggapi pengumuman media negara Korea Utara yang mengatakan bahwa pihaknya siap untuk kembali ke perundingan perlucutan senjata enam negara jika perundingan-perundingan secara terpisah dengan AS mencapai kemajuan.

"Kami dan mitra enam negara ingin Korea Utara sepakat dalam dialog yang mengarah kepada tuntas dan bisa diperiksanya perlucutan senjata nuklir di semenanjung Korea melalui tahap-tahap yang tak bisa diubah," kata Kelly.

"AS masih bersedia untuk melakukan perundingan bilateral dengan Korea Utara dalam rangka proses enam negara, untuk meyakinkan Korea Utara melaksanakan perlucutan nuklir secara tuntas," ujarnya.

Korea Utara, April lalu, mengumumkan di forum enam negara bahwa pihaknya keluar dari perjanjian itu, setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengecam peluncuran roket jarak jauhnya. Negara komunis itu kemudian juga melakukan uji coba bom atomnya yang kedua.

Perundingan enam negara yang terdiri China, Jepang, kedua Korea, Rusia, dan AS telah menandatangani pernyataan pada 2005, berdasarkan pernyataan itu Korut akan menghentikan program nuklirnya dengan imbalan pemberian bantuan dan jaminan keamanan.

Kelly mengatakan, AS kini sedang melakukan "koordinasi erat" dengan negara-negara lain yang tergabung dalam perundingan enam negara. "AS masih berkomitmen untuk melaksanakan tujuan pernyataan bersama September 2005, yakni melakukan perlucutan senjata nuklir yang bisa diperiksa di semenanjung Korea dengan cara damai," katanya.

"Ada konsensus di antara lima negara bahwa denuklirisasi yang bisa diperiksa atas semenanjung Korea masih menjadi obyek utama, dan menjadi tujuan penting perundingan kami dengan Korea Utara," kata Kelly.

Penulis: ONO   |     |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.