SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) diperkirakan memiliki 13 jenis virus dan kuman yang dapat digunakan untuk 5.000 ton senjata kimia. Daftar penyakit yang dapat ditimbulkan senjata biologi itu mencakup kolera, sakit kuning, cacar, tipus, demam dan disentri.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengunkapkan hal itu, Senin (5/10), dalam sebuah laporan kepada parlemen. Kementerian itu mengatakan Korut, yang komunis, adalah salah satu negara yang memiliki cadangan terbesar senjata kimia dan biologi dunia. Cadangan senjata kimianya berjumlah antara 2.500 dan 5.000 ton.
Pernyataan bahwa Korut memiliki senjata kimia dan biologi, selain senjata nuklir dan konvensional, bukan hal baru. Tetapi laporan Senin itu memberikan lebih terperinci tentang apa yang disebut senjata biologi tersebut.
Kelompok Krisis Internasional dalam sebuah laporan pada bulan Juni menyatakan, kemampuan nuklir Pyongyang adalah ancaman paling besar, tetapi juga negara itu memiliki cadangan senjata kimia besar dan program senjata biologi. "Senjata kimia dapat disebarkan melalui bom meriam atau rudal yang dapat menimbulkan korban besar di Korsel," kata kelompok itu yang berpangkalan di Brussels itu.
Cadangan tersebut meliputi antara 2.500 dan 5.000 ton gas mostar, phosgene (gas beracun yang tidak berwarna), zat darah, sarin, tabun dan zat syaraf dan yang dapat disebarkan melalui artileri jarak jauh, rudal, pesawat terbang dan kapal angkatan laut.
Korut dan Korsel secara teknis masih dalam perang karena konflik mereka tahun 1953-1955 diakhiri hanya dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian perdamaian. Militer Korsel, yang berkekuatan 655.000 personel dan didukung 28.500 tentara AS, menghadapi Angkatan Bersenjata Korut yang memiliki 1,2 juta tentara.


