Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:27 WIB
Kerugian Akibat Gempa di Pariaman Rp 1 Triliun
Tri Mulyono | Minggu, 4 Oktober 2009 | 20:42 WIB
|
Share:

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Suasana proses evakuasi korban gempa di Hotel Ambacang, Padang, Sumatera Barat, Jumat, (2/10). Diperkirakan ratusan korban masih terjebak di reruntuhan bangunan hotel ini. Gempa bumi berskala 7,6 skala richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur.

TERKAIT:

PARIAMAN, KOMPAS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman memperkirakan sementara ini jumlah kerugian materiil yang dialami Kota Pariaman akibat gempa yang melanda Sumatera Barat, Rabu (30/9) lalu mencapai Rp 1 triliun lebih menyusul rusaknya puluhan ribu bangunan di wilayah itu.

"Kerugian sementara sekitar Rp 1.125.000.000.000," kata Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman di Pariaman, Minggu (4/10).

Wali kota menyebutkan puluhan ribu bangunan yang terdiri atas fasilitas umum, rumah ibadah, perkantoran, sekolah, dan rumah penduduk di wilayah itu mengalami kerusakan. "Ada yang rusak ringan, rusak sedang hingga rusak berat," katanya.

Ia merinci, berdasarkan data sementara diketahui bahwa fasilitas umum yang rusak berat sekitar 50 unit, sementara rumah ibadah 127 unit, kantor pemerintahan 48 unit, sekolah 61 unit dan rumah penduduk 10.823 unit.

Sementara itu, hingga saat ini jaringan listrik, komunikasi, dan air bersih masih mengalami kendala hingga belum dapat digunakan. Namun pihaknya memperkirakan kerusakan tersebut akan segera teratasi dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, pemkot telah menerima sejumlah bantuan baik berupa logistik maupun uang tunai dari sejumlah donatur yang akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Bantuan tersebut diantaranya tenda, beras, mie instan, pakaian, uang tunai serta obat-obatan," katanya.

Sumber bantuan di antaranya dari Badan SAR nasional, Dinas Sosial Sumatra Barat, Dinas Sosial Payakumbuh, Wali Kota Payakumbuh dan sejumlah pihak swasta.

Wali kota menambahkan, pada saat ini pihaknya masih fokus terhadap proses pendistribusian logistik dan bantuan bagi para korban gempa dan belum memikirkan mengenai rehabilitasi.

"Kita fokus dulu pada pendistribusian bantuan, setelah itu baru kita masuk pada tahapan rehabilitasi," katanya.

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya telah mendirikan sejumlah dapur umum di sejumlah kantor kecamatan dan kelurahan.

Sumber :
ANTARA
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu