WASHINGTON, KOMPAS.com — Iran setuju mengirim sebagian besar persediaan uranium yang diperkaya ke Rusia. Bahan itu akan disuling menjadi bahan bakar untuk satu reaktor kecil yang memproduksi isotop-isotop medis. Demikian kata seorang pejabat Amerika Serikat, Kamis (1/10) atau Jumat WIB.
Persetujuan itu dicapai setelah tujuh setengah jam perundingan antara Iran dan negara-negara penting dunia di Jenewa, tempat Teheran juga setuju mengizinkan akses PBB ke satu fasilitas pengayaan uranium yang baru diungkapkan dekat kota suci Qom.
Seperti dilansir AFP, pertemuan di sebuah vila Swiss itu termasuk perundingan langsung tingkat paling tinggi antara Amerika Serikat dan Iran dalam tiga dasawarsa terakhir.
Berdasarkan rencana sementara itu, Iran akan mengirim sebagian cadangan uraniumnya yang diperkaya dalam standar rendah (LEU) ke Rusia tempat bahan itu akan disuling lagi menjadi 19,75 persen murni. Uranium itu masih jauh di bawah bahan untuk senjata nuklir, kata seorang pejabat AS kepada wartawan di Jenewa.
Para teknisi Perancis kemudian akan menggunakan bahan itu untuk memproduksi batangan bahan bakar yang dipulangkan kembali ke Iran untuk bahan bakar reaktor.
Pejabat itu memuji rencana itu sebagai satu "langkah sementara yang positif untuk membangun kepercayaan" menyangkut program nuklir Iran yang kontroversial menyusul perundingan-perundingan antara Republik Islam itu dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu China, Rusia, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat, plus Jerman.
Ketua IAEA Mohamed Elbaradei akan mengunjungi Iran akhir pekan ini untuk menyelesaikan rincian rencana itu dan enam negara itu dan Iran akan bertemu kembali di Wina 18 Oktober yang dipimpin para ahli dari IAEA.

