NEW DELHI, KOMPAS.com — Keberanian Rukhsana Kausar (21) pantas mendapat acungan jempol. Putri petani di desa Shahdra Sharief, distrik Rajouri, India ini melawan teroris yang menyerbu rumahnya. Bukan itu saja, ia juga menembak mati sang teroris dengan senjata yang direbutnya.
Malam itu, Minggu (27/9), Rukhsana berkumpul dengan orangtua dan saudaranya di rumah. Tiba-tiba tiga pria bersenjata menerobos masuk. Dengan mengacungkan senjata, ketiganya meminta makan dan tempat menginap semalam.
Rumah keluarga Rukhsana sendiri berada sekitar 32 km dari area gencatan senjata di dekat perbatasan India dengan Pakistan. Diyakini, ketiga pria itu anggota kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT) asal Pakistan. Kelompok militan itu ditengarai bersembunyi di hutan-hutan di sekitar perbatasan.
Noor Hussain, ayah Rukhsana, menolak permintaan mereka. Penolakan itu menyebabkan ketiga teroris marah dan memukul Noor menggunakan senjata yang mereka bawa. Saat itu, Rukhsana masih bersembunyi di kolong tempat tidurnya.
Mendengar ayahnya menjerit, spontan Rukhsana keluar dari tempat persembunyian. Ia berlari ke ruang tamu dengan membawa kapak. Ia langsung menyerang pemimpin gerombolan itu. Saat si pemimpin terkapar, Rukhsana merebut senjata AK-47 yang dibawanya. Tanpa ragu, ia menembak mati teroris itu.
“Saya merebut senjatanya setelah menjambak rambutnya, kemudian menembaknya,” ungkap Rukhsana dengan mimik muka marah.
Rukhsana mengaku belum pernah memegang senjata sebelumnya. Namun, ia banyak melihat di film-film bagaimana cara memegang dan menembakkannya. Di samping itu, ia dalam kondisi terdesak dan marah melihat ayahnya dianiaya. “Saya tidak tahan melihatnya. Jika saya gagal membunuhnya, mereka akan membunuh kami semua,” ucapnya.
Setelah Rukhsana menembak mati satu teroris, ia menembak dua teroris lain. Seorang terluka. Namun, dia berhasil kabur dengan yang lain. Keluarga Rukhsana memberikan senjata AK-47 milik teroris kepada polisi yang datang ke lokasi kejadian.
“Gadis tersebut sangat berani. Ia pantas mendapatkan penghargaan atas keberaniannya. Ini juga menjadi pemicu bagi warga lain yang ingin melawan kaum militan,” puji Shafkat Watali, Kepala Polisi Rajouri.
Gubernur Jammu dan Kashmir NN Vohra memuji keberanian Rukhsana. Vohra telah merekomendasikan penghargaan atas keberaniannya.
Rukhsana pun kemungkinan akan mendapat hadiah sebesar Rp 66 juta, jika yang ditembak mati adalah Uzafa Shah, salah satu komandan LeT yang masuk dalam daftar pencarian orang selama empat tahun terakhir.
Keberanian Rukhsana bukan tidak berisiko. Kini rumahnya dijaga ketat karena ada kekhawatiran pihak LeT berniat membalas dendam atas kematian anggotanya. (tel/new/tis)

