CONAKRY, KOMPAS.com - Junta militer Guinea, Kamis (1/10), meminta PBB mengadakan penyelidikan menyusul pembantaian 157 demonstran. Junta juga menyerukan pembentukan pemerintahan sementara hingga pemilu Januari 2010. Pemimpin junta, Kapten Moussa Dadis Camara, tunduk pada kecaman internasional atas tragedi terburuk di Afrika barat dalam 25 tahun dan membuat isyarat damai. Dia meminta seorang ”presiden Afrika yang bijaksana untuk memediasi masalah di Guinea”. Organisasi Pembela Hak Asasi Manusia Guinea menyebutkan, sedikitnya 157 orang tewas dan 1.250 orang luka-luka setelah pasukan keamanan menembaki 50.000 demonstran di sebuah stadion sepak bola di Conakry, Senin. Tentara juga menusuk pemrotes dengan pisau dan bayonet. Para pemrotes menentang niat Camara untuk maju sebagai kandidat dalam pemilu. Dewan Keamanan PBB menuduh tentara Guinea melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat, termasuk pemerkosaan di jalan umum pada siang hari. Uni Eropa tengah mempertimbangkan sanksi terhadap anggota junta militer yang bertanggung jawab atas pembantaian itu. Camara menetapkan hari berkabung nasional selama dua hari, dimulai Rabu. Meskipun menyatakan menyesal dengan jatuhnya korban, Camara menyalahkan pemimpin oposisi karena memicu kekacauan. Hingga kemarin, sebagian besar toko tutup, jalan-jalan di Conakry lengang dan tidak ada tanda-tanda pemimpin oposisi akan mengadakan protes lagi. Camara bersama Dewan Nasional untuk Demokrasi dan Pembangunan (CNDD) berkuasa melalui kudeta tidak berdarah pada Desember 2008. Dia berjanji menggelar pemilu pada akhir tahun serta memerangi korupsi dan perdagangan obat terlarang. Akan tetapi, jadwal yang telah ditetapkan tidak ditepati. Camara juga tidak bisa memberikan jaminan tidak akan maju dalam pemilu seperti desakan komunitas internasional. Ketegangan kian memuncak setelah Camara mengindikasikan maju sebagai kandidat presiden. Salah seorang pemimpin oposisi Guinea, Mouctar Diallo, mengatakan, Camara tidak lagi kredibel memimpin masa transisi menuju demokrasi. ”Dia membantai rakyat. Kami tidak tertarik dengan jenis itu,” katanya.

