JAKARTA, KOMPAS.com-Liaison officer atau perwira penghubung Kepolisian Negara Republik Indonesia akan segera hadir di Amsterdam, Belanda, Hongkong Special Administrative Region/SAR, dan Singapura setelah mendapat persetujuan dari Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.
Perwakilan Polri terbaru di Washington DC, Amerika Serikat, sudah beroperasi sejak September 2009.
Kepala Bidang LO dan Perbatasan National Central Bureau (NCB) Interpol Mabes Polri Komisaris Besar Minton Mariaty Simanjuntak, yang ditemui pada hari Rabu (30/9), menjelaskan, persetujuan sudah diberikan oleh Deplu.
”Kami sedang menyiapkan segala keperluan. Diperkirakan secara resmi para LO dapat memulai tugas pada awal tahun 2010,” kata Minton.
Penting
Keberadaan LO sangat penting mengingat banyaknya aktivitas warga negara Indonesia di negara-negara tersebut.
Sebagai contoh, saat ini ada sekitar 200.000 WNI bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hongkong (SAR) dan Makau (SAR).
Menurut Minton, aktivitas WNI di Singapura sebagian besar untuk bisnis, studi, dan bekerja sebagai TKI. Perwira Polri di Singapura memiliki kemampuan khusus, seperti pengetahuan di bidang ekonomi dan perbankan.
Sementara itu, dengan Belanda terdapat hubungan khusus karena sekitar 8 persen warga Belanda memiliki kaitan dengan Indonesia. Demikian pula terdapat lebih dari 5.000 pelajar Indonesia di Belanda, sedangkan WNI yang tinggal secara ilegal di Belanda ditengarai mencapai 10.000 orang.
Menurut Minton, salah satu perhatian kerja sama Polri dan Kepolisian Kerajaan Belanda adalah penanganan jaringan narkoba.
Saat ini terdapat perwakilan Polri di tujuh negara, yakni Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, Timor Leste, Arab Saudi dan Amerika Serikat. Terdapat lebih dari satu perwira penghubung di Malaysia dan Arab Saudi.
Akan tetapi, di Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis, belum terdapat perwakilan Polri. (Ong)


