Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:15 WIB
Di Kongo, Serangan Helikopter PBB Tewaskan Tujuh Pemberontak
Josephus Primus | Kamis, 1 Oktober 2009 | 04:46 WIB
|
Share:

KINSHASA, KOMPAS.com - Helikopter PBB menewaskan tujuh orang dalam serangan roket terhadap pemberontak yang berusaha merebut sebuah kamp militer di provinsi North Kivu di Republik Demokratik Kongo, kata seorang juru bicara militer PBB, Rabu (30/9).
   
Sebagian besar tentara pemerintah yang bermarkas di Lwibo, di wilayah Masisi, telah meninggalkan kamp itu untuk mengambil gaji mereka ketika pemberontak Pasukan Demokratik untuk Pembebasan Rwanda (FDLR) dan petempur milisi setempat Mai Mai menyerang markas mereka Selasa pagi. "Militer Kongo minta kami bantuan udara. Helikopter serang kami menembakkan lima roket, menewaskan tujuh orang," Letnan Kolonel Jean-Paul Dietrich, jurubicara militer misi penjaga perdamaian PBB di Kongo (MONUC), menjelaskan pada Reuters.
   
Beberapa pejabat militer Kongo mengatakan delapan petempur musuh tewas dalam serangan udara itu dan satu serangan balasan pemerintah. Satu pejabat militer tewas karena luka yang ia derita dalam tembak-menembak pertama.
   
Pasukan pemerintah memerangi pemberontak Hutu Rwanda FDLR dalam operasi yang didukung PBB di provinsi North Kivu dan South Kivu di perbatasan timur negara itu.
   
Milisi Mai Mai bergabung dengan militer awal tahun ini berdasar perjanjian damai yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kapasitasnya menghadapi FDLR.
   
Namun pekan lalu 20 kelompok milisi di timur menangguhkan partisipasi mereka dalam perjanjian damai itu, menuduh pemerintah gagal menghormati janji untuk membayar merka gaji dan memberi mereka jabatan komando dalam militer.

Sumber :
Ant
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu