Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 02:14 WIB
China Tekankan Perundingan
| Rabu, 30 September 2009 | 06:33 WIB
|
Share:
 

BEIJING, KOMPAS.com - China meminta semua pihak untuk tenang dan membicarakan program nuklir Iran melalui perundingan. Semua pihak juga diminta meredakan ketegangan sehingga pembicaraan bisa dilakukan lebih fokus dan mendalam.

Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, Selasa (29/9), menjelang dilaksanakannya pertemuan antara perunding Iran dan perunding dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB plus Jerman pada Kamis besok.

”Kami berharap negara-negara terkait bisa berupaya meredakan situasi ketimbang melakukan hal-hal yang sebaliknya. Kami mendukung dipeliharanya rezim nonproliferasi internasional dan menjunjung tinggi penanganan yang layak atas masalah ini melalui perundingan-perundingan,” papar Yu.

Jubir Kemenlu China itu menolak mengungkapkan pendirian China terkait keinginan kuat pemerintahan Presiden Barack Obama untuk mendorong disetujuinya sebuah sanksi baru terhadap Iran. Dia juga menolak menyampaikan apa yang diharapkan China dari pertemuan itu, tetapi hanya mengharapkan ada ”hasil-hasil positif”.

Yu menjelaskan, untuk perundingan masalah nuklir Iran itu, delegasi China akan dipimpin Ketua Pengawas Persenjataan China Cheng Jingye.

Kepala Badan Tenaga Atom Iran Ali Akbar Salehi dalam wawancara dengan televisi Pemerintah Iran, PressTV, Selasa, mengungkapkan, Iran akan segera memberikan jadwal waktu kepada tim pengawas PBB untuk memeriksa fasilitas pengayaan uranium keduanya.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Jumat lalu, menyampaikan, Iran telah melaporkan mengenai pembangunan fasilitas pengayaan uranium kedua itu pada 21 September.

Salehi menegaskan, reaksi dunia atas fasilitas baru itu sama sekali tidak berdasar, tetapi Iran akan berusaha menyelesaikan baik masalah politik maupun teknik terkait program nuklirnya itu pada pertemuan di Geneva.

Ragukan pertemuan

Pada pertemuan terakhir, Juli 2008, perundingan antara lima negara anggota tetap DK PBB (China, Rusia, Inggris, Perancis, dan AS) plus Jerman dengan Iran tidak membuahkan kemajuan. Beberapa pejabat yang akan mengikuti perundingan Kamis besok di Geneva juga meragukan pertemuan itu akan menghasilkan perkembangan penting. Mereka memperkirakan Iran akan mengangkat masalah politik global yang menjadi perhatiannya pada pertemuan tersebut, sedangkan partisipan lain akan fokus pada program nuklir Iran.

Menurut beberapa pejabat AS, rencana sanksi baru terhadap Iran yang disiapkan AS menjadikan sektor-sektor energi, keuangan, dan telekomunikasi Iran sebagai target.

Menjelang perundingan nuklir Iran itu, posisi enam negara adidaya belum sepenuhnya solid. Rusia mengatakan ada sejumlah elemen positif dari paket usulan yang ditawarkan Iran, sementara AS, Inggris, Perancis, dan Jerman menilai paket usulan Iran itu tidak jelas dan tidak mengandung hal-hal yang bisa menyelesaikan kemelut sekitar program nuklir Iran itu.

(AP/AFP/Reuters/OKI)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu