KABUL, KOMPAS.com - Dua belas warga sipil tewas dalam kekerasan di Afganistan, termasuk enam orang dalam serangan bom di bagian utara negara itu, kata kementerian dalam negeri dalam satu pernyataan, Senin (28/9).
"Sebuah bom buatan sendiri yang dilekatkan oleh musuh Afganistan pada sebuah sepeda motor meledak Minggu ketika sebuah bis mini lewat, menewaskan enam warga sipil dan melukai tujuh orang yang lain," kata pernyataan itu, menggunakan istilah yang lebih disukai kementerian tersebut bagi gerilyawan Taliban.
Serangan itu terjadi di Faryab, sebuah provinsi di utara yang dianggap relatif damai.
Enam warga sipil yang menyerbu pasokan ke markas NATO juga tewas dan satu orang diculik pada hari yang sama. "Musuh-musuh negara Minggu membakar empat truk di distrik Marawara di provinsi Kunar, dekat perbatasan Pakistan). Enam penyerbu tewas dan satu orang diculik," ujar kementerian itu.
Gerilyawan Taliban dalam dua tahun terakhir telah meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan internasional pimpinan-AS yang menggulingkan rezim mereka pada 2001, meskipun ada kehadiran sekitar 100.000 tentara asing di negara itu.

