BERLIN, KOMPAS.com Kalau tidak ada kejutan besar pada hari pemilu, Merkel—perempuan paling berkuasa di dunia pilihan majalah Forbes—untuk empat tahun terakhir diperkirakan akan menang. Dengan demikian, dia akan menjalani masa jabatan kedua sebagai pemimpin negara pengekspor terbesar dunia itu. Masa-masa kampanye sebelumnya tak bergairah. Namun, mendadak situasi menjelang pemilu kelihatan menegangkan. Warga ingin melihat apakah Merkel bisa menyingkirkan mitra koalisinya yang sekarang, Demokrat Sosial (SPD). Merkel sudah mendekati Demokrat Bebas yang probisnis untuk memerintah Jerman secara bersama. Jajak-jajak pendapat paling akhir memperlihatkan Uni Demokrat Kristen (CDU) memperoleh 35 persen, sementara Demokrat Bebas 13 persen. Dukungan untuk CDU itu tergolong cukup, berdasarkan penghitungan pemilu Jerman yang rumit, untuk memenangi sebuah mayoritas sangat tipis di parlemen Jerman. Namun, pertarungan semakin ketat karena pamor SPD beranjak naik secara teratur dalam pekan-pekan terakhir sampai 26 persen. Ini terjadi setelah sebuah penampilan yang lebih baik dari kandidat SPD, Frank-Walter Steinmeier, dalam sebuah debat TV langsung. Ada sekitar seperempat dari 62 juta orang yang berhak memilih tetapi belum menentukan pilihan. Jajak pendapat kerap tidak tepat. Karena itu, partai-partai berjuang memperebutkan suara. Steinmeier berharap dapat menggalang dukungan lewat kampanye di Gerbang Brandenburg, Berlin, yang terkenal itu hari Jumat. Merkel yang berada di AS untuk pertemuan G-20 akan melakukan kampanye terakhirnya hari Sabtu. ”CDU semakin gugup,” kata Steinmeier, kini Menlu Jerman, Kamis malam di Trier. CDU telah meluncurkan sebuah ”kampanye akhir 72 jam” menjelang pemilu. Sekjen CDU Ronald Pofalla mengatakan, ”Pemilu ini akan diputuskan dalam beberapa meter terakhir.” ”Jumlah pemilih yang belum memutuskan sangat tinggi... kami akan menggunakan jam-jam penting terakhir ini dan memobilisasi semua kekuatan kami,” tambah Pofalla. Pemulihan ekonomi merupakan isu utama dalam pemilu hari Minggu. Merkel mengatakan, potongan pajak harus digunakan untuk mendorong pertumbuhan. Hal ini diperdebatkan oleh penantangnya, Steinmeier, yang ingin meningkatkan pajak untuk mereka yang berpenghasilan tinggi. SPD juga ingin memperkenalkan upah minimum nasional, hal yang ditolak


