Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:16 WIB
Ahmadinejad: Iran Buka Pertemuan dengan Pakar Nuklir
Egidius Patnistik | Kamis, 24 September 2009 | 16:08 WIB
|
Share:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Iran akan memberi kesempatan bagi pakar nuklir Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk mengadakan pertemuan dengan pakar nuklir Iran demi melenyapkan kekuatiran terhadap program nuklir Teheran.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengemukakan hal itu kepada media AS, Rabu waktu setempat. Ahmadinejad kepada surat kabar The Washington Post dan majalah Newsweek mengatakan, pada pembicaraan dengan negara-negara kuat dunia pekan depan mengenai program nuklirnya itu, Iran akan mengajukan penawaran untuk membeli uranium yang diperkaya dari AS untuk keperluan medis.

"Mengapa tidak mempersilakan mereka untuk duduk dan berunding serta memperhatikan jenis apa dari kapasitas yang mereka bangun? Saya pikir hal itu sesuatu yang baik untuk bisa dilakukan," kata Ahmadinejad.

Dia menyatakan kesediaan Iran untuk mengizinkan para pakar nuklirnya bertemu dengan para pakar internasional, guna membahas program yang dicurigai  negara-negara Barat dan Israel. Iran sebelumnya tak mengizinkan pertemuan semacam itu dan pertemuan ini, jika terlaksana, adalah pertama dalam sejarahnya.

Menurut Ahmadinejad, sekitar 20 produk medis Iran saat ini dibuat dari reaktor riset nuklir, yang akan memproduksi isotop radio-aktif untuk diagnosa dan penyembuhan penyakit, yang terletak di Teheran tetapi reaktor riset itu masih perlu tambahan bahan baku. Reaktor medis itu dipasok AS semasa kekuasaan shah yang didukung Amerika, yang kemudian ditumbangkan dalam Revolusi Islam tahun 1979. Penumbangan rejim shah memicu pembekuan hubungan antara kedua negara selama tiga dasawarsa sampai sekarang.

"Bahan-bahan baku nuklir ini kami perlukan, dengan membeli, untuk keperluan medis. Ini adalah masalah kemanusiaan," katanya dalam wawancara sekitar satu setengah jam.

"Saya pikir ini adalah usulan yang sangat penting yang memberikan kesempatan baik, untuk satu permulaan untuk membangun saling kepercayaan antara AS dan Iran dan juga dalam menjamin kerjasama." lanjut Ahmadinejad.

Komentar Ahmadinejad ini muncul sehari sebelum negara-negara besar meningkatkan tekanan mereka kepada Iran, agar negara itu menutup sepenuhnya program nuklirnya, atau menghadapi putaran lain dari sanksi-sanksi yang akan dijatuhkan.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev tampaknya mendukung rencana sanksi-sanksi lanjutan itu dengan mengatakan, "(Hal itu) terkadang tak bisa dielakkan." Medvedev dan Presiden AS Barack Obama telah membahas sanksi-sanksi tambahan kepada Iran itu dengan serius. Sementara itu, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengatakan, tenggat waktu Desember harus dipenuhi oleh Teheran untuk menunjukkan kemajuan dalam perundingan-perundingan dengan negara-negara kuat dunia mengenai program nuklirnya.

Sumber :
ANT