
TEHERAN, KOMPAS.com - Beberapa kapal perang Iran melepaskan tembakan ke arah beberapa perahu yang diduga milik perompak di Teluk Aden guna mencegah pembajakan terhadap tiga kapal komersial Iran, kata seorang komandan Angkatan Laut, Sabtu (19/9).
"Setelah perahu itu tak mengacuhkan peringatan, para perompak dibuat melarikan diri oleh tembakan kami dan mereka meninggalkan daerah tersebut," kata Fariboz Qaderpanah sebagaimana dikutip oleh stasiun radio di negeri itu. Ia menyatakan peristiwa tersebut terjadi Jumat.
Sejak Mei, Iran telah mengerahkan satu armada kapal perang ke Teluk Aden guna melindungi kapal komersialnya dan armada tanker minyaknya, yang terbesar di Timur Tengah.
Perompakan masih sering terjadi di Tanduk Afrika; gerombolan bajak laut membangkang terhadap angkatan laut asing yang berpatroli di jalur pelayaran strategis itu, yang menghubungkan Asia dengan Eropa.
Tahun 2008 perompak juga menjadi berita utama karena kasus pembajakan terbesar di dunia, satu kapal super tanker Arab Saudi yang membawa minyak seharga 100 juta dollar AS dan satu kapal Ukraina yang membawa peralatan militer dalam jumlah besar termasuk 33 tank oleh perompak Somalia.
Setelah penyelamatan kapten kapal AS Richard Phillips, perompak Somalia dilaporkan masih menawan sebanyak 260 sandera, termasuk hampir 100 warganegara Filipina, dan sebanyak 17 kapal yang ditangkap.
Banyak pemilik kapal telah membayar ganti rugi dalam jumlah besar. Awal 2009 saja, perompak Somalia mengantungi lebih dari 6 juta dollar AS dari pembebasan melalui perundingan bagi kapal super tanker Arab Saudi, Sirius Star, dan kapal Ukraina, MV Faina.
Ganti rugi yang dibayarkan selama 2008, ketika 42 kapal ditawan, berjumlah antara 500.000 dan 2 juta dollar AS, kata beberapa ahli.