Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 01:46 WIB
Jenazah Noordin Sempat Ditarik Pakai Tali
Sonya Helen Sinombor | Jumat, 18 September 2009 | 22:16 WIB
|
Share:
Indonesia National Police
Noordin M Top
Foto:

TERKAIT:

SOLO, KOMPAS.com — Kendati polisi menyebutkan bahwa Noordin M Top tewas dalam penyerbuan rumah kontrakan Susilo, di RT 03 RW 11 Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo, Jateng, Rabu-Kamis (17/9)), tidak banyak yang melihat persis proses evakuasi jenazah buronan teroris tersebut dan anggota lainnya.

Sehari setelah penyerbuan tersebut, Jumat (18/9), Ketua RT 03 Kampung Kepuhsari Suratmin menuturkan bahwa dia menyaksikan langsung saat jenazah Noordin dan tiga jenazah lain diangkat dari lokasi kejadian, Kamis pagi. "Saya bersama Lurah Mojosongo dan satu anggota polisi masyarakat diminta menyaksikan proses pengambilan barang bukti di lokasi," ujarnya.

Saat itu, sekitar pukul 06.30, mereka memasuki lokasi rumah yang diserbu tim polisi antiteror. Saat itu, Suratmin melihat tiga jenazah sudah ada di samping rumah dekat kamar mandi.

Adapun jenazah Noordin masih di kamar mandi dalam posisi telungkup. Noordin bersorban putih kotak-kotak hijau. Ketika itu, ia baru tahu kalau jenazah di kamar mandi itu Noordin. "Saya mendengar ada anggota berbisik, itu Noordin," ujarnya.

Jenazah itu dalam kondisi kepala bagian belakang pecah. Karena khawatir di tubuhnya masih ada bom, jenazah Noordin dikeluarkan dengan cara ditarik dengan tali yang diikatkan pada pergelangan kaki kanan Noordin. Jenazah Noordin kemudian diseret sejauh sekitar empat meter. Otak Noordin berceceran dan dikumpulkan polisi.

Beberapa saat kemudian, tim antiteror meminta Suratmin dan timnya menjauh dari rumah kontrakan tersebut karena sebuah granat akan meledak. Sekitar lima menit kemudian, granat meledak.

Sejumlah barang bukti ditemukan di lokasi, yakni satu senjata laras panjang berisi peluru, tetapi dalam kondisi rusak; pistol berwarna hitam; dua laptop merek Acer dan Toshiba; satu handycam; dua telepon genggam; sebuah dompet; sebuah jam tangan; buku tabungan; dokumen tertulis; dan kabel berwarna putih.

Di bawah rak di dapur ditemukan potasium sebanyak enam karung plastik berukuran 25 kilogram, dan dua karung plastik berisi belerang. Ada juga uang tunai sekitar Rp 7,5 juta.

Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu