Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 01:41 WIB
Noordin Tewas, Risiko Indonesia Berkurang
| Jumat, 18 September 2009 | 10:39 WIB
|
Share:

Otto Ferdinand
Kapolri Bambang Hendarso Danuri memperlihatkan sidik jari yang sesuai dengan sidik jari Noordin M Top

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi akhirnya berhasil mengakhiri perburuan selama sembilan tahun mengejar gembong teroris Noordin M Top. Dalam aksi penyerbuan di Kampung Kepuhsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/9), warga negara Malaysia yang terlibat dalam sejumlah aksi pengeboman di Indonesia itu tewas.

Kematian Noordin jelas membawa dampak yang positif bagi perekonomian negara kita. "Begitu Noordin tewas, investor akan percaya lagi karena country risk di Indonesia bisa berkurang," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi.

Pemerintah ataupun pengusaha, menurut Sofjan, akan semakin mudah mengajak investor asing menanamkan modalnya di Indonesia. Sebab, selama ini, salah satu masalah besar yang mengganjal mereka masuk adalah ancaman teroris yang bisa datang tiba-tiba. "Investor asal Amerika dan Eropa mungkin mau berinvestasi," ujarnya.

Senada dengan Sofjan, Kepala Ekonom PT Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, perekonomian akan mencapai tingkat yang stabil menyusul kematian Noordin. Sebab, penanam modal luar negeri akan mempertimbangkan kembali untuk berinvestasi di sini.

Namun, Purbaya mengingatkan, tewasnya Noordin hanya berdampak singkat. "Paling tidak, investor akan merasa aman untuk investasi di Indonesia. Namun, mereka masih akan memperhitungkan peraturan dan infrastruktur, apakah akan ada perbaikan atau tidak," kata dia.

Ketua Harian Masyarakat Pariwisata Indonesia Meity Robot mengatakan, berita kematian Noordin yang tersiar ke banyak negara berbuntut positif. "Masyarakat dunia akan menganggap Indonesia kembali aman," ungkapnya.

Dengan begitu, kunjungan turis asing ke negara ini akan semakin meningkat. Namun, kenaikan itu baru akan terlihat pada Desember 2009, bertepatan dengan musim libur. "Ekonomi Indonesia akan naik dan para pekerja pariwisata mendapatkan keuntungan," tandas Meity. (Lamgiat Siringoringo, Fitri Nur Arifenie/Kontan)

Sumber :
KONTAN
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu