Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 01:38 WIB
Pertemuan soal Nuklir di Turki
| Rabu, 16 September 2009 | 05:52 WIB
|
Share:

BRUSSELS, KOMPAS.com - Perundingan antara negara adidaya dan Iran mengenai program nuklir Iran kemungkinan besar akan dilaksanakan di Turki. Negara Barat tetap menawarkan insentif kepada Iran untuk penghentian pengayaan uranium.

Hal itu disampaikan Ketua Juru Runding Barat, yang juga Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana, Selasa (15/9). Dia mendesak Iran untuk merespons secara positif keterlibatan AS dalam proses tersebut.

Solana menjelaskan, kebijakan Barat tetap menggunakan dua jalur. Pertama, menawarkan insentif kepada Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium yang dicurigai Barat untuk memproduksi senjata nuklir. Kedua, pendekatan ancaman sanksi lebih berat jika Iran menolak. Meski demikian, dia menambahkan, saat ini bukan waktu untuk membicarakan sanksi- sanksi baru.

”Pada saat ini kita akan berusaha memasuki perundingan. Mari bicara mengenai itu,” papar Solana di markas UE, Brussels.

Iran setuju untuk melakukan pembicaraan yang luas dengan enam negara adidaya, tetapi menolak mendiskusikan aktivitas- aktivitas nuklirnya, yang ditegaskan hanya untuk pembangkit listrik.

Solana telah mewakili enam negara adidaya, yaitu AS, Perancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan China, dalam upaya jangka panjang untuk menyelesaikan perselisihan dengan Iran. Dia berhati-hati ketika ditanya seberapa banyak pembicaraan baru itu akan membuahkan hasil.

”Saya selalu ingin mencoba dan mencapai sebanyak mungkin dalam perundingan. Tetapi ini bukan pertama kalinya kami bertemu. Kami tahu satu sama lain dengan baik. Ada beberapa hal yang baru, Amerika akan hadir secara formal. Ini perlu dihargai positif oleh Iran,” papar Solana. (Reuters/OKI)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu