KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Obama: AS Tak Akan Ragu Kejar Al Qaeda
Sabtu, 12 September 2009 | 11:14 WIB
AP Photo/Charles Dharapak
Presiden AS Barack Obama menyeka air hujan di wajahnya saat memberikan ucapan bela sungkawa kepada para keluarga korban serangan 11 September di Tugu Pentagon, Jumat, 11 September 2009.
TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingati ulang tahun serangan teroris 11 September 2001 dengan bersumpah bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu-ragu dalam mengejar anggota kelompok Al Qaeda.

Presiden Obama meletakkan karangan bunga di Pentagon dalam upacara hari Jumat (11/9) pagi untuk memberi penghormatan kepada korban dan keluarga mereka, dan kepada personel militer Amerika. Katanya, waktu yang berlalu tidak mengurangi "kepedihan dan kehilangan" pada hari itu.

Sebelumnya, Presiden Obama ambil bagian dalam upacara di Halaman Selatan Gedung Putih, sementara Wapres Joe Biden menyampaikan pesan dalam upacara di New York.

Delapan tahun silam, hampir 3.000 orang tewas dalam serangan Al Qaeda yang terkoordinasi yang melibatkan pembajakan empat pesawat. Dua pesawat menabrak World Trade Center di New York dan satu lagi menabrak Pentagon.

Pesawat keempat jatuh di Shanksville, Pennsylvania, setelah para penumpang melawan para pembajak untuk mengambil alih kendali pesawat. Upacara peringatan juga direncanakan di lokasi jatuhnya pesawat itu.

Sementara itu, para pemimpin dunia ikut menandai peringatan serangan teroris 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat. Di Rusia, PM Vladimir Putin mengatakan, Rusia ikut berduka cita atas korban serangan militan delapan tahun lalu.

Kantor berita Itar-Tass mengutip Putin yang mengatakan ulang tahun 11 September merupakan peringatan kepada semua negara untuk mengesampingkan pertikaian dan berperang melawan ancaman terorisme yang sama.

Di Kirgistan, Presiden Kurmanbek Bakiyev mencatat upaya anti-terorisme negaranya yang berkesinambungan serta kesiapan untuk melawan ancaman dan tantangan teroris. Presiden Bakiyev berbicara di bandara Manas, di luar ibu kota Kirgistan (Bishkek), tempat Amerika mengoperasikan pusat transit udara besar untuk mendukung operasi militer di Afganistan.

Penulis: ONO   |     |   Sumber : AP, VOA Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.