Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 01:25 WIB
Vaksin A-H1N1, Cukup Satu Dosis
Lusia Kus Anna | Jumat, 11 September 2009 | 10:28 WIB
|
Share:

KOMPAS.com — Kabar baik datang sehubungan dengan usaha dunia memerangi virus flu A-H1N1. Menurut ilmuwan dari Australia dan Amerika Serikat, ternyata satu dosis vaksin dinilai cukup kuat melindungi orang dewasa dari penularan A-H1N1.

Perusahaan pembuat vaksin dari Australia, CSL Ltd, mempublikasikan hasil risetnya yang menyatakan bahwa 75-96 persen orang dewasa, yang mendapat vaksin sebanyak satu dosis, sudah cukup terlindungi. Keefektivan dosis itu hampir sama dengan vaksin flu musiman.

Hasil riset itu menjawab kekhawatiran para ahli yang menduga bahwa dibutuhkan dua dosis vaksin agar bisa terlindung dari A-H1N1. Selain itu, pemerintah pun tak akan terlalu mengkhawatirkan jumlah persediaan vaksin, mengingat banyaknya negara yang antre untuk mendapatkan vaksin tersebut.

Hasil riset para peneliti dari Australia tersebut juga dikuatkan dengan hasil penelitian yang dilaporkan oleh para ahli dari National Institute of Health (NIH).

Dalam studi yang dilakukan oleh NIH terhadap 1.000 orang dewasa membuktikan bahwa satu kali imunisasi sudah cukup. Selain itu, vaksin tersebut juga langsung memberikan perlindungan 10 hari pasca-penyuntikan.

Menurut dr Anthony Fauci dari NIH, masyarakat tahun ini hanya akan mendapatkan dua kali vaksin, bukan tiga. Satu kali untuk vaksinasi flu musiman dan yang kedua vaksin untuk melawan flu A-H1N1. Sayangnya, belum ada laporan mengenai jumlah kebutuhan vaksin untuk anak-anak.

Meski demikian, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa masyarakat akan membutuhkan dua dosis selang sebulan. Alasannya, jenis virus A-H1N1 yang baru ini secara genetik berbeda dengan virus flu yang sekarang beredar.

Lagipula, beberapa perusahaan membuat vaksin juga membuat formula vaksin yang berbeda sehingga dibutuhkan lebih banyak penelitian.

Sumber :
AP
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu