KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Banjir Landa Istanbul, 20 Tewas
Rabu, 9 September 2009 | 19:22 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Banjir bandang di sebuah jalam utama dan kawasan komersial Istanbul, Turki, Rabu, menewaskan sedikitnya 20 orang dan memerangkap lusinan lainnya di dalam atau di atap kendaraan mereka.

Gubernur Istanbul Muammer Guler, mengatakan delapan orang dilaporkan masih hilang dan 20 orang terluka. Beberapa dari korban tewas, katanya, mati tengelam di dalam kendaraan mereka.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras itu memutus rute ke bandara Istanbul dan jalan bebas hambatan menuju Yunani dan Bulgaria.
Di kawasan komersial Ikitelli, ketika air naik lebih dari satu meter pengendara mobil berusaha naik ke atap kendaraan dan menunggu untuk dievakuasi.

Banjir tersebut terjadi pada jam sibuk di pagi hari ketika orang hendak berangkat kerja. Kantor berita Anatolia melaporkan, tujuh
mayat ditemukan di luar sebuah pabrik tekstil di dekat distrik Halkali. Semua korban adalah pekerja pabrik yang hanyut bersama sebuah van yang mereka tumpangi untuk membawa mereka ke tempat kerja.

Hujan lebat itu telah menyebabkan dua sungai di Istanbul meluap dan membanjiri puluhan rumah dan perkantoran. Pertambahan populasi yang cepat, akibat urbanisasi dari daerah pedalaman, telah menyebabkan kota metropolis berpenduduk 15 juta jiwa itu tumbuh tanpa inftrastruktur yang memadai dan tanpa perencanaan yang baik.

Pihak meteorologi mengatakan hujan itu merupakan yang terburuk dalam 80 tahun terakhir.  Hujan diperkirakan masih akan turun lebih deras lagi di barat daya Turki, Kamis.

Penulis: EGP   |     |   Sumber : AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.