Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 01:20 WIB
Lima Korban Nomad Masih Dirawat di RSAL Tarakan
Ambrosius Harto | Rabu, 9 September 2009 | 15:14 WIB
|
Share:

TARAKAN, KOMPAS.com - Lima korban selamat dari kecelakaan pesawat TNI Angkatan Laut di Kalimantan Timur masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut dr Ilyas di Kota Tarakan.

Pesawat intai maritim N-24 P837, Senin (7/9), jatuh di pertambakan Desa Sekatak Bengara, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, 2-3 jam berperahu cepat dari Tarakan. Kecelakaan itu menewaskan empat warga sipil penumpang yakni Fikri dan Sri Hardi dari Nusa Tenggara Barat, Yakup Kayan dari Bulungan, dan Muslimin dari Tarakan.

Kelima korban lainnya yang selamat masih dirawat di RSAL dr Ilyas . Dua adalah warga sipil yakni Muhib, teman Fikri dan Sri Hardi, dan Muhaimin yang warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara . Tiga lainnya dari TNI AL yakni Letnan Satu Laut (P) Erwin, kopilot Letnan Satu Laut (P) Syaiful, dan mekanik pesawat Sersan Mayor Sodikin.

Kepala RSAL dr Ilyas, Mayor Laut (K) drg Zainal Effendi, SpBM mengatakan, kelima korban selamat dalam kondisi cukup baik. Tiga personel TNI AL masih harus beristirahat sekitar tiga hari lagi sebelum diizinkan kembali ke Surabaya, tempat mereka tinggal dan bertugas.

Serma Sodikin menolak diwawancarai karena masih pusing. Dia dirawat di Ruang Anggrek. Memar di kaki kiri membuatnya harus beraktivitas dengan bantuan tongkat.

Lettu Erwin dan Lettu Syaiful dirawat di Ruang Seroja yang bersebelahan dengan Ruang Anggrek. Lettu Erwin memakai pembalut cokelat di kepala untuk memulihkan luka di keningnya. Dia terlihat berjalan di sekit ar ruang perawatan meskipun agak sempoyongan sambil menenteng kantung infus.

Muhaimin dirawat di Ruang Anggrek dan kondisinya paling bagus sebab tidak mengalami luka parah, kata Zainal. Di antara korban selamat, Muhib yang terparah. Senin lalu dirinya menjalani operasi untuk menghentikan perembesan perdarahan di perut. Dia juga harus menjalani operasi serupa yang kedua pada Rabu sore.  

 

 

Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu