Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 01:19 WIB
Hari Maut Bagi Tentara Amerika
Tri Mulyono | Rabu, 9 September 2009 | 08:15 WIB
|
Share:

AFP
Rombongan personil Angkatan Darat AS di Torrance, California, membawa peti jenazah Kopral Joseph Anzack Jr. (20) yang tewas setelah diserbu oleh para pejuang di Irak pada bulan Desember 2006.

TERKAIT:

KABUL, KOMPAS.com-Delapan serdadu Amerika Serikat terbunuh dalam sehari di Afganistan dan Irak, Selasa (8/9).

Tiga prajurit tewas akibat ledakan bom pinggir jalan di Irak Utara. Ini merupakan insiden paling mematikan bagi tentara Amerika di Irak, dalam lima bulan terakhir. Satu prajurit lainnya tewas di Baghdad.

Sementara di Afganistan, empat orang tentara meninggal dalam sebuah "serangan canggih" yang terjadi di provinsi Kunar, Afganistan Timur.

Seorang juru bicara tentara Amerika, Kapten Elizabeth Mathias, yang dikutip kantor berita Associated Press, tidak bersedia menjelaskan lebih jauh tentang serangan di Kunar itu. Konflik di Afganistan sekarang berada di titik tertinggi, sementara di Irak kekerasan meningkat sejak tentara Amerka ditarik pada bulan Juli.

Pada hari yang sama, polisi Irak mengatakan sebuah bom jalanan di kota Amirli, dekat Kirkuk menewaskan kepala polisi setempat dan empat anak buahnya. Sementara sebuah bom yang ditujukan untuk seorang pejabat departemen kesehatan di Baghdad Timur, menewaskan seorang pegawai kementerian kesehatan.

Delapan tahun setelah pasukan yang dipimpin Amerika menyerang Afganistan untuk menggulingkan pemerintah Taliban, jumlah korban tentara Amerika terus bertambah. Sekitar 820 prajurit Amerika diperkirakan telah tewas dalam delapan tahun terakhir.

Di Irak, aksi kekerasan semakin meningkat sejak pasukan Amerika menarik diri dari kawasan perkotaan akhir Juni lalu. Namun angka kematian masih di bawah tahun 2006 dan 2007 ketika 2000 warga sipil Irak tewas. Sekitar 4.340 serdadu Amerika tewas di Irak, sejak invasi tahun 2003.

Sumber :
AP,BBC
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu