JAMRUD, KOMPAS.com — Lima tentara Pakistan tewas dalam ledakan ranjau darat di markas Taliban di Waziristan Selatan, Senin (7/9), satu hari setelah pasukan pemerintah menewaskan 33 gerilyawan sebagai bagian dari operasi sepekan lamanya di Khyber Pass. Demikian dikatakan pejabat.
Kekerasan gerilyawan telah meningkat di Pakistan barat laut sejak komandan Hakimullah Mehsud ditunjuk sebagai pemimpin Taliban setelah tewasnya sekutu Al Qaeda, Baitullah Mehsud, dalam serangan pesawat mata-mata AS di Waziristan Selatan pada 5 Agustus.
Ledakan ranjau darat itu menghantam patroli militer rutin di sebuah jalan ke Wana, kota penting di Waziristan Selatan. "Patroli itu dikirim sebelum kedatangan militer untuk memeriksa keamanan di jalan itu dan sebuah ranjau yang diletakkan oleh gerilyawan meledak dan menewaskan lima tentara," ungkap seorang pejabat intelijen di Wana, yang menolak untuk disebutkan namanya, menjelaskan pada Reuters.
Menurut beberapa warga, tembak-menembak juga terjadi antara pasukan keamanan dan gerilyawan. Tidak ada pernyataan mengenai korban.
Ada hubungan kuat antara gerakan Taliban di Pakistan dan Afganistan, tempat kekerasan juga meningkat ketika gerilyawan memerangi pemerintah dan tentara asing yang mendukung mereka.
Pada Minggu, tentara membunuh 33 gerilyawan dalam tindakan terakhir untuk menenangkan Khyber Pass, rute darat penting yang digunakan untuk memasok pasukan Barat dan Afganistan.
Berdasarkan pada pernyataan resmi, hampir 120 gerilyawan telah tewas dalam sepekan terakhir, tetapi perkiraan korban independen tidak bisa didapat.
Militer telah meningkatkan kegiatannya di Khyber, satu dari tujuh wilayah suku semi-otonomi Pakistan, beberapa hari setelah seorang pengebom bunuh diri menewaskan 22 penjaga perbatasan.
Selain kelompok gerilyawan yang bermarkas di Khyber, gerilyawan lain melarikan diri ke wilayah itu untuk meloloskan diri dari serangan lebih lanjut di bagian timur markas Taliban di lembah Swat, tempat militer meneruskan serangan akhir April.
Konvoi truk yang membawa pasokan untuk pasukan NATO dan Afganistan secara tetap mendapat serangan ketika konvoi lewat melalui perlintasan yang menghubungkan Pakistan dan Afganistan itu.
Dalam pertempuran Minggu, tentara membersihkan dua kompleks dan menghancurkan 17 rumah yang dikatakan milik gerilyawan. "Pasukan keamanan telah menyerang pusat gerilyawan. Tentara menghancurkan rumah-rumah itu dan menewaskan 33 gerilyawan dalam operasi tersebut," kata seorang juru bicara Korps Perbatasan dalam satu pernyataan.
Unjuk kekuatan di Swat dan tempat lainnya telah membantu menghilangkan kekhawatiran di antara sekutu Barat bahwa negara Muslim bersenjata nuklir itu gagal menghadapi militansi Islam yang meluas.


