MATARAM, KOMPAS.com - Salah satu upaya Universitas Mataram (Unram), NTB, mengantisipasi pemalsuan ijazah adalah dengan memakai desain sistem pengamanan hologram pada ijazah sarjana strata satu (S-1).
Selain pengaman hologram, dalam cetakan ijazah S-1 tersebut juga menggunakan sistem pengamanan garis delay yang melintang di tengah cetakan ijazah. Cara ini pun tidak menggunakan stempel tinta biasa, tetapi memakai stempel berwarna emas yang didesain khusus agar tidak mudah untuk dipalsukan.
"Kami mewaspadai kemungkinan pemalsuan sejak merebaknya kasus pemalsuan ijazah pada 2007 hingga saat ini," kata Rektor Mansur Ma’shum di Mataram, Senin (7/9).
Dalam pencetakan ijazah ini, kata Mansur, pihaknya bekerja sama dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Selain itu, kata dia, Unram pun hanya sekali mengeluarkan ijazah tanda kelulusan dan tidak mencetak ulang bagi lulusan yang ijazahnya hilang, rusak, atau terbakar.
Jika ijazah hilang, lanjut Mansur, Unram hanya mengeluarkan surat keterangan hilang yang berfungsi sebagai pengganti ijazah asli yang hilang, rusak atau terbakar.
"Surat keterangan pengganti ijazah yang hilang, rusak atau terbakar itu bisa dipergunakan untuk melamar pekerjaan dan sebagainya. Intinya sama, tetapi bentuknya saja yang berbeda," ujarnya.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

