Rabu, 23 Juli 2014

News / Internasional

Wanita Transeksual Itu Calon Wali Kota

Minggu, 6 September 2009 | 15:49 WIB

NAMPA, KOMPAS.com — Melissa Sue Robinson (58) terlahir sebagai laki-laki bernama Charles Staelens Jr. Namun, ia secara legal mengubah dirinya menjadi wanita melalui operasi transeksual pada 1998.

Kini, Melissa kembali menjadi buah bibir setelah maju menjadi calon wali kota Idaho, AS. Dia pernah menikah dengan seorang wanita selama 17 tahun. Namun, Melissa sekarang mengaku sebagai selibat.

Sepak terjang Melissa di dunia politik diawali pada 2003 ketika maju sebagai calon wali kota Lansing, Michigan, dilanjutkan dengan maju dalam pemilihan dewan kota pada 2004. Dialah pelaku transeksual pertama yang maju dalam pemilihan legislatif di Michigan. Awalnya, Melissa kader adalah Partai Republik. Namun, pada Pemilu 2003, ia mengaku sebagai kader Partai Demokrat.

Sementara itu, pemilihan wali kota di Idaho menganut sistem nonpartisan. Artinya para kandidat tidak harus berasal dari partai politik.

Melissa pernah tampil di National Enquirer pada 2003. Ia juga menjadi tamu dalam acara Oprah Winfrey bersama saudara kembar dan mantan istrinya, Linda, pada 2005. Melissa dan Linda kini masih tinggal serumah. Bahkan Linda menjadi bendahara dalam tim kampanye Melissa. "Orang-orang akan mengatakan saya belum cukup lama di sini. Namun, jika Anda memilih saya sebagai wali kota, saya akan mengelola kota ini," kata Melissa seperti dilansir Associated Press, Minggu (6/9).

Melissa optimistis dalam pemilihan di Idaho karena yakin kota itu tidak akan menjadikan status transeksual sebagai bahan kampanye hitam. Setidaknya, ia berharap kenangan buruk selama maju dalam Pemilihan Wali Kota Lansing pada 2003 tidak terulang. Saat itu, sebuah kelompok keagamaan berpawai dengan spanduk bertuliskan: "Homoseksual adalah dosa" dan "Hancurkan transeksual."

Tidak sekali itu saja Melissa dilecehkan. Belakangan, Melissa mengancam menggugat situs jejaring sosial Twitter karena memasang akun palsu atas nama dirinya dengan titel: Wanita dengan sebuah penis". Akun itu telah ditutup.

Melissa berjanji, jika terpilih, maka ia akan menciptakan transparansi termasuk mengadakan rapat di balai kota dengan ditayangkan di televisi. Dia juga berjanji memberikan keringanan pajak bagi pengusaha kecil dan mendongkrak jumlah lapangan pekerjaan.

Lalu bagaimana tanggapan para pemilih? Ada yang berpendapat bahwa siapa pun akan dipilih, jika ia bisa membawa perubahan. "Ini saatnya perubahan," kata Gerald Walton-Grice (32). "Saya tidak peduli apakah mereka gay, transeksual, merah, kuning, atau ungu," kata Walton-Grice.


Editor :
Sumber: