
”Tujuan saya di sini hanya untuk mendoakan para korban topan Morakot, termasuk 571 orang yang tewas,” kata Dalai Lama.
Sebagian besar penganut agama Buddha yang mengikuti acara doa bersama itu tidak peduli dengan tudingan bahwa Dalai Lama datang demi kepentingan politik. ”Saya justru terharu Dalai Lama datang ke Taiwan untuk bertemu korban topan yang selamat,” kata Vivien Cheng, pegawai bank.
Kunjungan Dalai Lama ke Taiwan ini membuat China berang. Dari sudut pandang China, kunjungan Dalai Lama itu bisa memperparah hubungan Taiwan dan China. Untuk menunjukkan kemarahannya, China menunda dan membatalkan beberapa acara yang sedianya bertujuan memperbaiki hubungan China dengan Taiwan.
Juru bicara Partai Kuomintang (KMT), Chen Shu-rong, menyatakan, seorang pejabat senior dari Partai Komunis tidak jadi datang ke Taiwan karena ada Dalai Lama. Pembatalan serupa juga dilakukan sebuah kelompok yang mewakili Partai Komunis di kota Nanjing, China.
”Kami belum bisa memastikan apakah itu ada kaitan dengan kunjungan Dalai Lama di Taiwan. Jika memang ada kaitan, kami harap dapat menekan dampak apa pun itu yang akan terjadi dengan terus berkomunikasi dengan China,” kata Chen.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Nasionalis (Kuomintang) Chang Rong-kung mengatakan telah mengirim utusan khusus ke China pekan lalu untuk menjelaskan alasan Pemerintah Taiwan mengizinkan kunjungan Dalai Lama. ”Reaksi China terhadap masalah ini penting bagi kami. Oleh karena itu, kami berusaha memberi penjelasan kepada mereka dasar pemikiran kami,” ujarnya.
Selain pejabat partai di China, delegasi perbankan China yang dipimpin Wakil Gubernur Bank Sentral China Su Ning juga batal datang. Padahal sedianya ia tiba di Taiwan Senin lalu, untuk ikut menghadiri seminar yang digelar pihak swasta, Yayasan Keuangan Taipei.
”Kami menerima telepon dari China. Mereka tidak jadi hadir. Mereka mengatakan terpaksa menunda kunjungan itu karena alasan teknis. Saya kira kita tahu alasan sebenarnya,” ujar Direktur Yayasan Keuangan Taipei, Sunny Chou.
Sejumlah media lokal juga melaporkan China tidak akan menghadiri pembukaan Olimpiade untuk Tunarungu Taipei, Sabtu. ”Beijing marah kepada Taiwan karena memperbolehkan kunjungan Dalai Lama, tetapi tidak marah kepada Presiden Ma Ying-jeou yang dianggap penting bagi rancangan unifikasi dari kepemimpinan China,” sebut editorial di harian Taipei Times.
Selain penundaan dan pembatalan dari pihak China, sejumlah agenda Dalai Lama di Taiwan juga dipangkas atau ditunda. Media massa di Taiwan berspekulasi pemangkasan itu salah satu upaya pemerintahan Ma untuk menunjukkan kepada China bahwa mereka berusaha mengekang Dalai Lama. Namun juru bicara kepresidenan Taiwan, Wang Yu-chi, mengaku pemerintah tidak tahu ada perubahan agenda Dalai Lama.