KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Lagi, Ratusan Anak Keracunan Timbel di China
Senin, 31 Agustus 2009 | 13:17 WIB
AP Photo/Andy Wong
Anak-anak yang keracunan limbah perusahaan Dongling Lead dan Zinc Smelting Co, Rabu (19/8), menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di kabupaten Fengxiang, di sebelah barat Xi'an, China.
TERKAIT:

BEIJING, KOMPAS.com — Sebanyak 200 anak menderita keracunan timbel di barat daya China. Demikian laporan China Daily, Senin. Hal ini merupakan kasus keracunan massal ketiga di negeri itu dalam sebulan terakhir.

Para orangtua di Tongdu, kota praja di ibu kota Provinsi Yunnan, Kunming, menuding sebuah kawasan industri terdekat sebagai biang dari keracunan itu.

Awal bulan ini, lebih dari 1.300 anak di Provinsi Hunan dan sedikitnya 615 anak di sebelah utara Provinsi Shaanxi positif menderita keracunan timbel—kandungan timbel yang berlebihan dalam tubuh dapat merusak jaringan saraf dan sistem reproduksi, serta menyebabkan tekanan darah tinggi dan penurunan daya ingat. Dua kasus ini dikaitkan dengan perusahaan pengolahan logam yang berada dekat rumah dan sekolah penduduk. Pabrik-pabrik itu kini telah ditutup.

Kemarahan terus meningkat di China terkait skandal keamanan publik yang telah menjadikan anak-anak sebagai korban. Partai Komunis yang tengah berkuasa khawatir bahwa protes massal akan mengancam stabilitas sosial negeri itu dan menantang kekuasaan partai tersebut.

Dalam kasus keracunan timbel yang terakhir, pejabat lingkungan di Tongdu, sebagaimana dilaporkan China Daily, mengatakan, hal itu tidak terkait dengan polusi industri, tetapi terkait dengan dengan emisi gas buang kendaraan. Namun, koran itu mengutip sejumlahorang tua yang mengatakan bahwa hanya anak-anak yang tinggal dekat dengan kawasan industri yang menderita keracunan.

Pertumbuhan ekonomi China yang melaju cepat telah menyebabkan masalah lingkungan hidup yang serius di negeri itu. Selama beberapa dekade, banyak perusahaan membuang limbah beracun ke sungai dan ke dalam tanah dengan bermodal persetujuan diam-diam dari pemerintah lokal yang tidak ingin merusak kelangsungan pertumbuhan ekonomi.

Penulis: EGP   |     |   Sumber : AP Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.