TOKYO, KOMPAS.com -
Hampir semua jajak pendapat yang dilakukan media massa Jepang memperkirakan kekalahan LDP dalam pemilu parlemen, yang memperebutkan 480 kursi di majelis rendah. Jika Partai Demokrat Jepang (JDP) menguasai majelis rendah, kekuasaan oposisi makin kuat karena sudah menguasai majelis tinggi.
Jajak pendapat yang dilakukan harian Mainichi dan Asahi memperlihatkan, JDP kemungkinan akan meraih 320 kursi. LDP diperkirakan meraih 100 kursi. Sisanya direbut empat partai lainnya. Lebih jauh lagi, media-media di Jepang sudah memprediksi bahwa Yukio Hatoyama, pemimpin JDP, akan menggantikan Taro Aso, pemimpin LDP, sebagai perdana menteri Jepang berikutnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan Pemerintah Jepang di bawah LDP mental di parlemen karena tidak didukung JDP. LDP juga sudah makin tidak populer seiring dengan kemandekan ekonomi serta dominasi birokrasi yang berkolaborasi dengan pengusaha tanpa memerhatikan aspirasi rakyat kebanyakan.
”Angin perubahan” menjadi pesan yang diusung JDP dan membuat masyarakat tertarik.
Sadar akan kekalahan yang sudah di depan mata, Taro Aso mencoba mengecam kubu oposisi dalam kampanye hari terakhir, Sabtu.
”Apakah Anda bisa memercayai orang-orang ini (JDP)? Jika Anda ragu soal kemampuan mereka memimpin negara ini, itu jelas sebuah problem,” kata Aso di Oyama City, utara Tokyo.
Aso menambahkan, dibutuhkan waktu yang lebih banyak untuk memperbaiki ekonomi dari kekacauan. Aso meminta rakyat bersabar untuk merasakan dampak dari kebijakan ekonomi.
Namun, indikator ekonomi memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran di Jepang mencapai 5,7 persen, tertinggi sejak Perang Dunia II. Ekonomi Jepang mengalami deflasi, refleksi kelesuan ekonomi, dan warga sudah mengurangi konsumsi karena khawatir keadaan ekonomi akan lebih buruk di masa depan.
Hatoyama dengan cerdik memanfaatkan isu ekonomi. Dia berjanji mengurangi pengeluaran pemerintah yang tidak perlu, menurunkan pajak, dan mendorong konsumsi masyarakat. Janji Hatoyama ini akan menaikkan beban anggaran pemerintah.
Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperkirakan utang Pemerintah Jepang akan mencapai 200 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2010. PDB Jepang sekarang ini lebih dari 6 triliun dollar AS.


