KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Taro Aso Terus Berusaha Minta Dukungan Rakyat
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 06:29 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Perdana Menteri Taro Aso yang diramalkan banyak jajak pendapat akan kehilangan kursi, Jumat (28/8), menyampaikan permohonan dukungan langsung kepada rakyat di seluruh Jepang. Dia meminta para pemilih setia pada partai yang didukungnya.

”Mohon berilah kami dukungan sehingga pemerintahan kita bisa mencapai hasil dari upaya-upaya ekonomi yang tengah kita lakukan. Ada sejumlah tanda-tanda kebangkitan, tetapi kita masih setengah jalan,” ungkapnya kepada para pendukungnya yang berkumpul di tempat wisata air panas di kota Beppu, di selatan Jepang.

Akan tetapi, saat dia menyampaikan permohonan dukungan, Aso kembali mendapatkan pukulan berat dengan pengumuman pemerintah bahwa tingkat pengangguran naik mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah pasca-Perang Dunia II, pada Juli lalu, yaitu 5,7 persen. Deflasi juga meningkat yang memaksa rumah-rumah tangga memotong pengeluaran mereka.

Sementara itu pesaingnya, Yukio Hatoyama yang memimpin Partai Demokrat Jepang (DPJ), berpidato di depan pendukungnya di Pulau Shikoku. Dia mendorong para pemilih untuk mendukung perubahan dan mengatakan, Jepang saat ini menghadapi sebuah pilihan historis.

Tetap unggul

Berdasarkan survei yang dilakukan surat kabar Mainichi, 39 persen mengatakan mendukung DPJ, atau naik 3 persen pada jajak pendapat yang sama yang dilakukan bulan lalu. Adapun dukungan kepada partai berkuasa Aso sebesar 20 persen.

Mainichi menyebutkan, partai Hatoyama kemungkinan akan memenangi lebih dari 320 kursi parlemen Majelis Rendah, atau meningkat pesat dari kursi yang mereka miliki sebelum parlemen dibubarkan pada Juli lalu, yaitu sebanyak 112 kursi.

Surat kabar besar Jepang lainnya, Yomiuri, juga menyebutkan DPJ bisa memenangi lebih dari 300 kursi, dari 480 kursi di Majelis Rendah. Surat kabar itu, yang menanyai 85.000 pemilih sepanjang pekan ini, mengatakan, ”Ada kemungkinan besar pergantian pemerintahan karena Partai Liberal Demokratik (LDP) yang berkuasa tak berhasil menghentikan momentum DPJ.”

Sedangkan jajak pendapat yang dilakukan kantor berita Kyodo menyebutkan, sebanyak 35,9 persen responden akan mendukung DPJ, sebanyak 17,9 persen tetap mendukung LDP, sedangkan 30,9 persen mengatakan belum menetapkan pilihan.

Selama kampanyenya, Hatoyama yang pemimpin oposisi itu mendekati para pemilih dengan janji tidak akan menghambur-hamburkan uang para pembayar pajak, melonggarkan kekuasaan birokrasi, dan meletakkan lebih banyak uang ke kantong-kantong konsumen dengan menunda kenaikan pajak.

Mengenai diplomasi Jepang, Hatoyama mengatakan Jepang ingin lebih independen dari AS. Namun, dia juga menyampaikan tidak akan melakukan perubahan secara radikal dalam kebijakan luar negeri Jepang, dengan mengatakan bahwa aliansi AS- Jepang harus berlanjut sebagai tonggak kebijakan diplomatik Jepang.

Jika oposisi menang, Hatoyama hampir pasti menjadi perdana menteri baru Jepang.(AP/AFP/Reuters/OKI)

Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.