Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:48 WIB
Jerman Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman
| Jumat, 28 Agustus 2009 | 04:04 WIB
|
Share:

Epsilon/Getty Images
Kanselir Jerman, Angela Merkel.

BERLIN, KOMPAS.com - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, penghentian pembangunan permukiman Israel merupakan langkah sangat penting bagi dimulainya lagi proses perdamaian Timur Tengah dan waktu semakin mendesak.  

"Kita harus membuat kemajuan dalam proses perdamaian... dan penghentian (pembangunan) permukiman sangat penting," kata Merkel pada jumpa pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Berlin, ibukota Jerman, Kamis (27/8).
       
"Waktu sangat penting," tambahnya. Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyatakan, ia hanya akan memulai lagi perundingan perdamaian dengan Israel jika pembangunan permukiman di Tepi Barat dihentikan.
       
Israel sejauh ini menolak seruan Presiden AS Barack Obama untuk menghentikan pembangunan permukiman agar perundingan perdamaian bisa dimulai lagi. Netanyahu, seorang pemimpin sayap kanan yang mulai bertugas pada Maret, telah berjanji tidak membangun permukiman baru tetapi akan membiarkan apa yang disebutnya "pertumbuhan alami" dari wilayah-wilayah kantung yang sudah ada.
       
Ia menyatakan lagi bahwa ia terbuka untuk perundingan dengan Palestina. "Saya berharap dalam satu atau dua bulan ini kami bisa memulai lagi negosiasi," katanya.
       
Ia membantah telah ada kesepakatan mengenai penghentian sementara pembangunan permukiman. Sekitar setengah juta orang Israel tinggal di sejumlah permukiman yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur di wilayah yang direbut pasukan Israel dalam Perang Timur Tengah pada 1967. Masyarakat dunia menganggap mereka sebagai penduduk ilegal.

Sumber :
Antara
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu