KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Antonov "Cium" Bumi, Enam Tewas
Kamis, 27 Agustus 2009 | 04:09 WIB
ilustrasi

BRAZZAVILLE, KOMPAS.com - Lima orang awak Ukraina dan seorang penumpang Kongo tewas Rabu (26/8)ketika sebuah pesawat barang Antonov 12 jatuh di dekat ibu kota Republik Kongo, Brazzaville, kata kementerian perhubungan negara itu.
      
Pesawat itu lepas landas dari Pointe Noire, ibu kota ekonomi Kongo, pukul 05.00 GMT (pukul 12.00 WIB) dan jatuh satu jam kemudian sekitar 20 kilometer sebelah selatan tempat tujuannya, Brazzaville, kata Menteri Perhubungan Emile Ouosso kepada wartawan.
      
"Jumlah korban tewas enam -- lima orang awak Ukraina dan seorang penumpang Kongo... yang namanya tidak tercantum dalam daftar penumpang," kata Ouosso, yang merevisi pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa dua penumpang Kongo tewas dalam kecelakaan itu.
      
Pesawat itu dioperasikan oleh perusahaan Aero Fret Business yang berkantor di Brazzaville.
      
Menteri itu tidak memberikan penjelasan mengenai penyebab kecelakaan tersebut namun mengatakan, pesawat itu membawa 20 ton barang, jumlah yang wajar untuk pesawat tersebut, dan tim penyelidik dikirim ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan mencari kotak hitam pesawat.
      
Banyak pihak di Afrika Tengah bergatung pada pesawat Antonov untuk melakukan perjalanan karena kurangnya jalan darat di kawasan itu, namun kecelaaan seringkali terjadi karena pesawat sudah tua dan kurang perawatan.
      
Pada 2007, pemerintah Kongo melarang penumpang melakukan perjalanan dengan pesawat Antonov, namun pesawat barang Antonov 12 masih diizinkan beroperasi mengangkut barang dalam jarak 500 kilometer antara Brazzaville dan Pointe Noire.

Penulis: XVD   |     |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.