Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:46 WIB
Menkeu Akui "Kemenangan" Oposisi
| Rabu, 26 Agustus 2009 | 06:30 WIB
|
Share:

TOKYO, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Jepang Kaoru Yosano, Selasa (25/8), berterus terang mengenai kemungkinan besar kekalahan partainya yang tengah berkuasa pada pemilihan umum hari Minggu (30/8) nanti. Namun, dia juga mengingatkan, kemenangan oposisi yang terlalu mutlak berisiko memunculkan lemahnya pengawasan.

”Situasinya sangat sulit. Gelombang deras Partai Demokrat menyerang seluruh Tokyo. Jika momentum ini terus berlanjut, akan ada risiko kelaliman satu partai,” ungkapnya pada jumpa pers di tengah perjuangan untuk tetap mendapatkan dukungan dari konstituennya.

Surat kabar Sankei melaporkan, survei terbaru mengindikasikan kekalahan telak blok penguasa dan Partai Demokrat Jepang (DPJ) diperkirakan akan memenangi 300 kursi di Majelis Rendah Parlemen yang beranggotakan 480 orang. Hal itu berarti berakhirnya lebih dari 50 tahun kekuasaan terus-menerus Partai Demokratik Liberal (LDP) yang konservatif.

Sankei juga mengatakan, LDP bisa melihat jumlah kursinya berkurang lebih dari setengahnya menjadi sekitar 130 kursi. Adapun mitra yuniornya, New Komeito, akan kesulitan mempertahankan jumlah kursinya yang saat ini 31 buah.

Sementara itu, surat kabar bisnis Nikkei menyebutkan, survei internal LDP pekan lalu menunjukkan bahwa Demokrat akan memenangi kurang dari 260 kursi, sedangkan LDP akan mendapatkan sekitar 160 kursi dari pemilu nanti.

”Jika Partai Demokrat akan menang, sebuah kemenangan mutlak akan jauh lebih baik. Tanpa itu, kebijakan-kebijakan akan kehilangan arah yang jelas. Ketika perubahan di pemerintahan benar terjadi, risiko-risiko yang terkait perubahan itu dan kemampuan Demokrat untuk memimpin negara akan menjadi fokus,” kata Kazuhiro Takahashi, seorang general manager di Daiwa Securities SMBC.

Dalam upaya untuk mendapatkan kembali dukungan para pemilih, Yosano menyampaikan analisisnya mengenai rencana belanja yang akan dilakukan kubu oposisi. ”Tidak akan mudah bagi DPJ untuk merealisasikan janji-janjinya karena kondisi fiskal sangat sulit,” ujarnya.

Pemilih pedesaan

Hawa kejatuhan LDP juga dirasakan di wilayah-wilayah pedesaan yang selama ini menjadi andalan bagi suara partai berkuasa itu.

Warga Aomori, prefektur yang berada di ujung utara Jepang, terus terang lelah karena terus-menerus diabaikan oleh pemerintah. Wilayah berpenduduk 1,4 juta jiwa itu menghabiskan setengah waktunya dalam setahun hidup di tengah salju.

”Rakyat selalu memilih LDP. Tapi, kami ingin membalikkan keadaan dan memberikan giliran kepada sebuah generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada Partai Demokrat Jepang. Kami tidak bisa terus bergerak di arah yang sama,” ungkap Wataru Naitoh yang memiliki sebuah toko pakaian laki-laki di distrik pertokoan Aomori.

Guru besar Columbia University, Gerald Curtis, penulis beberapa buku berpengaruh mengenai politik Jepang, menyampaikan, masyarakat Jepang, khususnya masyarakat di tingkat provinsi, telah mengalami perubahan besar dalam satu setengah dekade lalu.

”LDP mungkin tidak bisa melihat itu atau menolak untuk melihatnya. Resep mereka untuk mencapai sukses hanyalah resep yang mereka ketahui,” ujarnya.

Kandidat DPJ untuk Aomori Prefektur, Hokuto Yokoyama (45), seorang akademisi yang kemudian menjadi politisi, akan berhadapan dengan putra tokoh berkuasa Yuji Tsushima, seorang petinggi LDP yang pensiun setelah 33 tahun berada di parlemen. ”Di masa Koizumi, pemikiran mereka adalah Anda bisa mengangkat ekonomi negara dengan mengangkat ekonomi hanya di kota-kota besar. Akan tetapi, akibatnya anggaran daerah dikurangi dan Aomori semakin ditingkatkan,” kata Yokoyama.

Meski kubu penguasa akan berganti, para politisi yang akan memimpin dan menggerakkan Jepang sebagian besar tetap berasal dari keturunan para politisi lama. Para politisi yang sering kali dianggap memiliki ”darah biru” itu menguasai hampir sepertiga kursi di parlemen.

Katsuhito Yokokume (27), calon dari DPJ yang anak seorang sopir truk untuk kota pelabuhan Yokosuka, misalnya, harus berhadapan dengan Shinjiro Koizumi, putra mantan Perdana Menteri Junichiro Koizumi, yang merupakan calon LDP.(AP/AFP/Reuters/OKI)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu