Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:54 WIB
Skotlandia Serang Balik FBI soal Pembebasan Teroris
Tri Mulyono | Minggu, 23 Agustus 2009 | 12:40 WIB
|
Share:

AP Photo/Jamahiriya Broadcasting via APTN
Dalam tayangan televisi Abdelbaset Ali Al Megrahi (kanan) dipeluk pemimpin Libya Moammar Khadafi di Tripoli, Jumat, 21 Agustus 2009.

TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com — Pemerintah Skotlandia menyerang balik atas reaksi keras Biro Penyelidik Federal AS (FBI) terhadap pembebasan pengebom Lockerbie.

Seperti dikutip AFP, Pemerintah Skotlandia menyatakan, pembebasan tersebut mungkin bertentangan dengan AS, tapi merupakan bagian dari sistem peradilan Skotlandia.

Dalam surat kepada Menteri Kehakiman Skotlandia Kennye MacAskill yang dirilis pada Sabtu (22/8) pagi, Robert Mueller, Direktur FBI, mencela keputusan untuk membebaskan Abdelbaset Ali Al Megrahi. Mueller, yang pada 1991 menjadi asisten jaksa agung, menulis, ia "sangat marah dengan keputusan itu, yang dilakukan dengan alasan rasa kasihan".

Juru bicara Pemerintah Skotlandia mengatakan, keputusan itu dicapai menyusul prosedur yang layak. Sebab, umur Megrahi diperkirakan tinggal tiga bulan lagi akibat kanker prostat akut. "Menteri Kehakiman mencapai kesimpulan dengan dasar proses hukum di Skotlandia, berdasarkan bukti yang jelas, serta saran dari dewan pembebasan bersyarat dan gubernur penjara," kata juru bicara tersebut.

"Pembebasan karena kasihan bukan bagian dari sistem keadilan AS, tapi itu adalah bagian dari sistem di Skotlandia," katanya. "MacAskill mestinya dapat berkonsultasi dengan lebih banyak pihak—ia berbicara dengan keluarga AS, jaksa agung AS, Menteri Luar Negeri (Hillary Clinton), dan banyak orang lagi," katanya.

Mueller terlibat dalam penyelidikan kasus Lockerbie sehingga memiliki pandangan kuat dalam kasus ini. Namun, Pemerintah Skotlandia juga sadar bahwa meskipun banyak keluarga telah menentang keputusan MacAskill, masih lebih banyak orang yang mendukung keputusan itu.

MacAskill juga telah menolak pilihan pemindahan penjara yang dirundingkan oleh Pemerintah Inggris dan Libya. "Megrahi telah dikirim pulang ke Libya untuk meninggal sebagai seorang narapidana," kata juru bicara tersebut.

Sumber :
ANT
Advertorial
»
Selasa, 14/02/2012 13:42 WIB

Inggris Bebaskan Ulama Radikal

Selasa, 14/02/2012 11:46 WIB

Tanpa Aksi PBB, Kekerasan Suriah Meningkat