Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:28 WIB
Cetak Biru Perdamaian Timteng September
Tri Mulyono | Rabu, 19 Agustus 2009 | 07:51 WIB
|
Share:

AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Presiden AS Barack Obama bertemu Presiden Mesir Hosni Mubarak (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington, Selasa, 18 Agustus 2009.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama memberi tahu timpalannya dari Mesir, Hosni Mubarak, Selasa (18/8), bahwa AS akan menyampaikan rencana damai baru Timur Tengah pada bulan depan.

"Hari ini Tuan Obama mengatakan bahwa dengan penuh harapan... cetak biru perdamaian akan ada pada bulan depan, pada September, sejalan dengan pembukaan sidang baru Majelis Umum PBB," kata Juru Bicara Presiden Mesir Soliman Awaad dilansir AFP.

Obama berusaha melancarkan upaya baru perdamaian Timur Tengah, tapi frustrasi karena tidak ada gerakan dari Israel dan negara-negara Arab. Ketika ia berkunjung ke Kairo, Juni, Obama mengatakan kepada Mubarak bahwa recana damai Timur Tengah akan siap dalam beberapa pekan. Namun, Utusan Khusus AS George Mitchell kemudian mengatakan bahwa lebih banyak waktu dibutuhkan.

Awaad mengatakan, Obama berharap cetak biru itu akhirnya selesai setelah Mitchell kembali ke kawasan itu dan bertemu dengan PM Israel Benyamin Netanyhau, pekan depan.

Pemerintah Obama telah mendesak Netanyahu, tetapi tidak berhasil, untuk menghentikan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki. Pemerintah AS mendesak negara-negara Arab untuk meredakan kekhawatiran Israel dengan membuat langkah perdamaian simbolis.

Namun, Mubarak mengatakan kepada Obama bahwa Mesir tidak akan bertindak kecuali Israel "mengambil beberapa tindakan konkret". "Itu seperti situasi telur dan ayam," kata Awaad. Ia mengatakan, Mubarak telah memberi tahu Obama bahwa negara-negara Arab memiliki ingatan buruk mengenai Netanyahu yang menimbang-nimbang kembali pembicaraan di antara kedua belah pihak pada 2006.

Sumber :
ANT
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu