
KOMPAS.com — Kecanggihan teknologi memang banyak membantu kehidupan modern, seperti yang dialami musisi pelupa ini. Seorang pemain biola akhirnya dapat menemukan kembali biolanya yang tertinggal di dalam sebuah taksi di New York dengan bantuan global positioning system (GPS).
Salah seorang petugas di perusahaan taksi itu mengatakan, peralatan GPS di dalam taksi memungkinkan sopir taksi kembali mencari pemusik Korea, Hanh-Bhin, untuk mengembalikan biolanya, Senin (17/8).
Pemusik Korea
Hanh-Bihn bukanlah satu-satu pemusik yang melupakan alat musik supermahal di taksi. Sebelumnya, pada 2001, pemusik Lynn Harrell juga meninggalkan sebuah selo Stradivarius berusia 328 tahun dan berharga sekitar 4 miliar dollar AS.
Pada 1999, pemain selo Yo-Yo Ma juga melupakan selo berusia 266 tahun dan berharga 2,5 juta dollar AS di taksi. Untung, sopir taksi di New York jujur dan mau menggunakan teknologi sehingga para pemusik pelupa itu dapat bersatu