Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:28 WIB
Aso Bertahan, Hatoyama Serukan Perubahan
| Rabu, 19 Agustus 2009 | 06:12 WIB
|
Share:

AP PHOTO/ITSUO INOUYE
Tokoh oposisi Partai Demokrat Jepang, Yukio Hatoyama (kedua dari kiri), yang disebut-sebut sebagai salah seorang calon kuat perdana menteri Jepang mendatang, serta Atsushi Kumada, anggota partai,ketika mulai kampanye pemilu legislatif Jepang di Osaka, Selasa (18/8).

TERKAIT:

 

TOKYO, KOMPAS.com  - Para pemimpin politik Jepang turun ke jalan-jalan seiring dimulainya kampanye pemilu majelis rendah, Selasa (18/8). Perdana Menteri Taro Aso dari partai berkuasa, Partai Demokratik Liberal, menyatakan akan terus bertahan, sementara pemimpin oposisi Partai Demokrat Jepang Yukio Hatoyama menyerukan perubahan.

”Kita akan terus maju. Kita belum selesai dengan upaya pemulihan ekonomi. Pemulihan adalah prioritas yang paling utama,” kata Aso di hadapan para pendukungnya di Tokyo.

Aso memuji paket stimulus ekonomi oleh LDP untuk menghadapi krisis finansial global. Aso juga menuding oposisi membuat program yang tidak bisa dibiayai.

Akan tetapi, dukungan bagi LDP merosot karena lemahnya perekonomian, meningkatnya angka pengangguran, lemahnya kepemimpinan, dan dukungan bagi pajak yang lebih tinggi. Aso sendiri semakin tidak populer karena dipandang gagal memimpin negara keluar dari krisis dan cenderung mengeluarkan kata-kata memalukan.

Di Osaka, Hatoyama mengatakan, sekaranglah saatnya bagi Jepang untuk berubah. ”Telah tiba hari untuk mengubah sejarah Jepang. Mari melangkah menuju era baru dengan semangat,” katanya.

Hatoyama telah mengatakan akan memotong pemborosan anggaran, mengurangi pajak minyak dan jalan tol, serta mengurangi kekuasaan birokrat. Dia juga menyatakan akan membuat kebijakan luar negeri Jepang tidak terlalu bergantung pada AS.

Kesulitan

Dalam sebuah jajak pendapat yang dirilis surat kabar Asahi Shimbun kemarin, dukungan untuk Aso hanya 19 persen. Partai Demokratik Liberal (LDP) mendapat 21 persen suara dibandingkan Partai Demokrat Jepang (DPJ) yang mendapat 40 persen suara. Sebanyak 27 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan.

Pemilu pada 30 Agustus akan memilih 480 anggota majelis rendah yang lebih berkuasa. LDP menguasai 302 kursi, sedangkan DPJ menguasai 112 kursi. DPJ juga menguasai majelis tinggi sejak tahun 2007.

”Jajak pendapat terkini oleh Asahi Shimbun adalah indikator jelas bahwa LDP mendapat kesulitan besar merangkul pemilih. Pemilih frustrasi dengan kebijakan ekonomi dan kesejahteraan partai. Jajak pendapat menunjukkan mereka ingin perubahan besar di pemerintahan,” kata Hiroshi Kawahara, dosen pada Waseda University.

”Sulit untuk melihat segala sesuatu menjadi lebih baik di bawah LDP. Kita perlu perubahan untuk mencegah semua menjadi lebih buruk,” kata Kiyoshi Ikuta, pekerja di Osaka.

Akan tetapi, sejumlah pemilih juga ragu apakah DPJ bisa lebih baik dalam menjalankan kebijakannya. ”Kebijakan DPJ terdengar memikat, tetapi saya tidak yakin apakah saya bisa memercayai mereka akan melakukan apa yang mereka janjikan,” kata Tadashi Kinoshita, pekerja real estat. (ap/reuters/fro)

Sumber :
Kompas Cetak
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu