KABUL, KOMPAS.com - Pemilihan umum presiden (pilpres) Afganistan tinggal dua hari lagi sejak Selasa (18/8). Di negeri yang selalu haru-biru oleh pertikaian suku ini, muncul empat sosok yang bakal bertarung dalam ajang tersebut. Presiden Hamid Karzai pun menjadi salah satu kandidat di antara.
Berikut ini sosok para calon presiden Afganistan yang bakal "merayu" sekitar 17 juta pemilih.
Abdullah Abdullah
Blasteran dari ayahnya yang berasal dari suku Pashtun dan ibunya yang suku Tajik pernah menjabat sebagai menteri luar negeri. Abdullah, saat pergolakan berdarah di Afganistan hampir delapan tahun lalu adalah salah satu panglima perang pendukung Aliansi Utara. Seperti diketahui, aliansi ini, yang di dalamnya juga bergabung nama Hamid Karzai berhasil menjungkalkan Taliban dari kekuasaan.
Walau blasteran, Abdullah Abdullah lebih dikenal sebagai orang Tajik. Di Afganistan, suku ini kebanyakan tinggal di kawasan utara. Suku Tajik jumlahnya sekitar seperempat dari warga Afganistan.
Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kampanye, Abdullah mengutarakan bakal membentuk pemerintahan yang bersih. Ia pun berkehendak mengubah pemerintah Afganistan ke sistem parlementer.
Jajak pendapat di Afganistan menunjukkan, Abdullah Abdullah bisa mengantongi 25 persen suara. Kalau itu, terjadi, Abdullah bakal menggeser posisi Hamid Karzai.
Ramazan Bashardost
Kini, Ramazan Bashardost adalah anggota parlemen Afganistan. Sebelumnya, dia adalah menteri perencanaan dengan reputasi nyentrik. Soalnya, Bashardost, kalau sedang tak berkampanye, justru menghabiskan hari-hari kerjanya di luar gedung parlemen. Ya, Bashardost satu-satunya wakil rakyat yang mendirikan tenda tak jauh dari gedung parlemen di Kabul. Dari situlah dia mengumandangkan tekad antikorupsi dan antikroni.
Bashardost berasal dari suku Hazara. Suku yang warganya kebanyakan beraliran Muslim Syiah ini adalah minoritas di Afganistan, dari jumlah populasi. Waktu Taliban berkuasa, suku Hazara acap menjadi bulan-bulanan karena ketidaksamaan paham. Soalnya, Taliban kebanyak beraliran Muslim Suni.
Diprediksikan cuma bisa merebut 10 persen suara, Bashardost, dalam situsnya, tergolong capres terpelajar. Dia banyak menghabiskan waktunya pula di Perancis.
Ashraf Ghani
Jago mengurus duit, pria sepuh ini jebolan sekolah Barat. Ghani pernah menjadi staf Bank Dunia. Ia adalah Menteri Keuangan Afganistan saat ini.
Lalu, sebagai teknokrat yang punya daya kerja fokus dan detail, Ghani sering mengerjakan tugas-tugas kepresidenan. Ghani yang berasal dari suku Pashtun itu memelopori antikorupsi, sekaligus bakal merealisasikan zone ekonomi bagi Afganistan. Termasuk, mengupayakan berdirinya universitas khusus perempuan.
Hamid Karzai
Hamid Karzai memenangi pilpres pada 9 Oktober 2004. Sebelumnya, sejak 2001, sosok dari suku Pashtun ini adalah pemimpin interim Afganistan.
Tadinya, Hamid Karzai mendukung Taliban. Cuma, kepercayaannya terhadap Taliban pupus gara-gara ditengarai kalau kelompok ini menjadi pengawal Al Qaeda.
Hamid Karzai yang ayahnya diduga dibunuh oleh intelijen Taliban pada 1999 memang berasal dari suku yang banyak melahirkan raja-raja dan pemimpin Afganistan. Menariknya, kalau menang di pilpres, Karzai bakal menduduki jabatan presiden untuk kali kedua.
Kendati demikian, kini, popularitas Karzai turun lantaran isu-isu korupsi di pemerintahannya. Karzai yang dianggap cuma memperoleh dukungan suara di Kabul memang dekat dengan pihak Barat. Makanya, pria yang dijuluki oleh seterunya sebagai "Wali Kota Kabul" juga dianggap antek koalisi pimpinan Uwak Sam.
Namun patut diingat, meskipun dianggap tidak mempunyai dukungan nasional, Hamid Karzai, terbukti, menang 21 dari 34 provinsi, dan mengalahkan 22 lawannya serta menjadi pemimpin Afganisan pertama yang dipilih secara demokratis. Rekan seperjuangan Karzai yang tetap setia mendukung adalah mantan panglima perang Jenderal Rashid Dostum. (XVD--dari berbagai sumber)
