TAIPEI, KOMPAS.com — Lebih dari 390 orang diyakini terkubur hidup-hidup dalam sebuah bencana tanah longsor di sebuah desa di Taiwan akibat badai Morakot.
Juru bicara badan penanggulangan bencana negara itu mengatakan kepada wartawan BBC, Cindy Sui, kalau daerah terparah terjadi di desa Hsiaolin. Angka ini adalah yang pertama dikeluarkan oleh pemerintah setempat sebagai hitungan perkiraan jumlah orang yang diyakini meninggal akibat badai.
Ribuan orang lainnya masih terdampar akibat tanah longsor dan banjir terparah dalam sejarah negara ini.
Badai Morakot menerjang Taiwan akhir pekan lalu, menyebabkan banjir terparah dalam 50 tahun terakhir, dan menyebabkan setidaknya 116 orang telah dikonfirmasi meninggal. Banjir itu menerjang jalanan, merusak jembatan, dan membawa bangunan di dataran rendah ke dalam aliran sungai. Demikian laporan badan penanggulangan bencana.
Ratusan orang yang selamat telah diungsikan dari desa Hsiaolin yang hancur akibat badai dan hanya meninggalkan dua rumah saja serta memutus jalur transportasi dan sambungan telekomunikasi.
Pemerintah Taiwan mengatakan telah menerima tawaran bantuan dari berbagai negara, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat. Namun ditekankan mengenai kebutuhan atas bantuan teknis dengan menyebut bahwa mereka membutuhkan helikopter yang mampu mengangkut kargo seberat 22 ton dan perlengkapan berat lainnya.
Otoritas Taiwan mengatakan, alat angkut ini diperlukan untuk mengangkut alat penggali tanah yang besar dan mesin lainnya ke dalam wilayah pegunungan terpencil guna membuka jalan yang tertutup akibat badai. Keluarga para korban yang kini terdampar mendesak pemerintah agar mempercepat upaya bantuan.
Banyak yang telah menunggu selama berhari-hari di pusat operasi di Qishan untuk menunggu kabar tentang anggota keluarganya yang hilang sejak badai menghantam akhir pekan lalu. Ratusan orang yang dikhawatirkan terkubur hidup-hidup oleh longsor di bagian selatan negara itu ditemukan dalam keadaan selamat.
Presiden Ma Ying-jeou meyakinkan para keluarga korban untuk menunggu kabar tanpa ada upaya berarti dari pemerintahan dan menyebabkan kemarahan dari keluarga korban. Sekitar 14.000 orang telah dievakuasi melalui jalur udara dari wilayah terparah. Helikopter militer telah menyalurkan bantuan ke wilayah lain, tetapi hujan yang terus melanda kawasan itu mengganggu proses bantuan.
Wartawan BBC, Alastair Leithead, di pusat bantuan Qishan melaporkan ribuan pasukan Taiwan mencoba mencapai kawasan terisolasi dengan berjalan kaki juga dengan helikopter.
Badai Morakot yang menghantam Taiwan pada akhir pekan lalu diperkirakan menyebabkan kerugian negara di sektor pertanian mencapai 225 juta dollar AS dan menyebabkan ribuan rumah tanpa sambungan listrik dan air.
