GLASGOW, KOMPAS.com — Warga negara Libya terpidana pengeboman Lockerbie akan segera dibebaskan atas alasan kemanusiaan, pekan depan.
Abdelbaset Ali al-Megrahi, yang kini menderita kanker prostat, menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti melakukan pengeboman pesawat Pan Am 103 dan jatuh di Lockerbie, Skotlandia, tahun 1988. Akibat aksi pengeboman ini, 270 orang penumpang Pan Am tewas.
Para pejabat Skotlandia menggambarkan perkembangan terbaru ini sebagai sebuah spekulasi. Katherine Flynn yang putranya tewas dalam peristiwa itu mengatakan kepada BBC, dia khawatir dengan kemungkinan dibebaskannya sang teroris.
Flynn menambahkan, al-Megrahi tak menunjukkan rasa belas kasihan saat dia memasang bom itu dan dia tak seharusnya dibebaskan dengan alasan apa pun. "Apakah Megrahi saat memasang bom di pesawat itu memiliki rasa belas kasihan terhadap para penumpang yang akan diledakkannya dan masyarakat Lockerbie yang ikut menjadi korban? Saya pikir tidak," kata Flynn.
Wartawan BBC di Washington, Daniel Sandford, mengatakan, secara umum keluarga korban di Skotlandia sangat prihatin atas keputusan pengadilan untuk Megrahi sementara keluarga korban di Amerika sangat yakin laki-laki Libya itu bersalah.
Warga Amerika Susan Cohen yang putrinya Theodora juga menjadi korban tewas mengatakan, "Keputusan untuk membebaskan Megrahi sangat memalukan. Hal itu membuat saya muak dan jika alasan kemanusiaan menjadi dasar pembebasannya, saya pikir keputusan itu adalah sebuah penghinaan."
Namun, Pamela Dix, kerabat korban asal Inggris mengatakan ada keadilan yang hilang untuk para korban. Saat itu saudara laki-lakinya, Peter, turut menjadi korban. Pamela mengatakan, dia sangat tercengang dengan banyaknya bukti di pengadilan yang menuju pada vonis penjara untuk Megrahi tahun 2001.
Sedangkan Martin Cadman yang kehilangan putranya dalam tragedi itu mengatakan, dia yakin Megrahi tidak bersalah. "Sejauh yang saya tahu, pemerintah Skotlandia atau pihak lain tak berupaya mencari orang lain yang mungkin saja terkait kasus ini. Saya pikir semua hal yang menyangkut masalah ini sangat tidak memuaskan."
Diyakini para pejabat Inggris dan Libya telah melakukan pembicaraan pekan ini atas perlawanan Megrahi terhadap hukumannya. Cepatnya pemindahan Megrahi diduga terpengaruh pada konsensus banyak pihak yang meminta agar Megrahi sudah tiba di Libya pada awal Ramadan pekan depan.
Kabar pembebasan Megrahi muncul setelah menteri keadilan Skotlandia Kenny MacAskill mengunjungi Megrahi di tahanan, di tengah spekulasi pemindahan sang terpidana ke Libya. Sebelumnya Libya mengajukan permohonan pemindahan tahanan kepada pemerintah Inggris bulan Mei lalu, kurang dari sepekan setelah kedua negara meratifikasi perjanjian soal pemindahan tahanan.
Juru bicara pemerintah Skotlandia menambahkan, diharapkan sudah ada keputusan soal pemindahan Megrahi bulan ini. Namun, pekan lalu MacAskill mengatakan, dia tak akan bisa memenuhi tenggat waktu 90 hari yang akan berakhir 3 September mendatang. Alasannya dia tengah menunggu sejumlah informasi terakhir.
Bukti medis
Pemindahan seorang tahanan tak bisa diajukan jika sebuah proses hukum tengah berlangsung. Artinya, Megrahi harus membatalkan proses bandingnya agar bisa dipulangkan ke Libya.
Dia dijatuhi hukuman penjara minimal selama 27 tahun setelah diputus bersalah melakukan pengeboman. Tragedi Lockerbie sejauh ini merupakan insiden terorisme terburuk di Inggris.
Tim kuasa hukum Megrahi juga mengajukan permohonan agar klien mereka dibebaskan dengan alasan kemanusiaan. Permohonan pertama yang diajukan Oktober 2008 ditolak Pengadilan Banding setelah menerima bukti medis bahwa dengan kanker pankreas yang dideritanya, Megrahi kemungkinan besar hanya mampu bertahan hidup untuk beberapa tahun. Pengadilan memutuskan permintaan seperti itu biasanya dipenuhi jika sisa hidup si terpidana tinggal beberapa bulan saja.


