Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:14 WIB
Pendidikan Perubahan Iklim sangat Diperlukan!
LTF | latief | Rabu, 12 Agustus 2009 | 20:17 WIB
|
Share:

DODDY VLADIMIR/TRIBUN PEKANBARU
Ilustrasi: Pendidikan perubahan iklim tidak cukup hanya diperkenalkan di sekolah saja, tetapi juga di berbagai acara yang dirasakan bisa menarik perhatian orang banyak.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sepuluh tahun terakhir, suhu udara terus meningkat, bahkan pernah mencapai 50° Celcius di India dan memakan 1.400 korban jiwa. Dampak dari pemanasan global ini tidak hanya terasa di luar negeri saja, tetapi juga di Indonesia.

Melihat hal itu, Britsh Council bekerja sama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) memperkenalkan climate education pada masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa berpartisipasi untuk mengurangi efek global warming atau pemanasan global.

“Ini perlu diajarkan ke mereka agar sadar akan dampak dan sumber dari pemanasan global,” ujar Kepala Unit Informasi, Komunikasi, dan Pendidikan DNPI Amanda Katili di Jakarta, Rabu (12/8).

Menurutnya, pendidikan tentang perubahan ini nantinya akan lebih difokuskan untuk menyadarkan masyarakat, bahwa penyelamatan lingkungan secara lokal pun bisa berpengaruh secara global. Sebagai contoh, misalnya, mendaur ulang barang bekas atau bersepeda ke tempat kerja.

Tetapi, lanjut Amanda, pendidikan ini tidak hanya akan diperkenalkan di sekolah saja, tetapi juga di berbagai acara yang dirasakan bisa menarik perhatian orang banyak. Selain itu, akan diluncurkan film dokumenter berjudul “Lakukan Sekarang” untuk mendukung pendidikan perubahan iklim ini.

"Kami membuat film ini karena kami merasa edukasi melalui audio visual lebih mudah diterima oleh anak-anak dan remaja,” jelas Amanda.

Dengan adanya climate education ini, diharapkan masyarakat semakin sadar dan terdorong untuk ikut berperan mengurangi dampak pemanasan global. (M8-09)

Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu