TAIPEI, KOMPAS.com-Sekitar 700 orang yang hilang di Taiwan selatan akibat Topan Morakot ditemukan hidup.
Penduduk di sejumlah desa mengatakan mereka berhasil menyelamatkan diri di tempat lebih tinggi sebelum lumpur dan batu menghancurkan rumah-rumah.
Kantor Berita Pusat Taiwan, Rabu (12/8), melaporkan termasuk korban selamat yang ditemukan regu penolong adalah 200 warga desan Hsiaolin. Meskipun demikian ratusan orang lain diperkirakan masih hilang dan ditakutkan terkubur hidup-hidup di bawah lumpur.
Sejumlah helikopter militer menerbangkan korban selamat keluar dari kawasan yang diterjang badai dan banjir menyebabkan jalan dan jembatan di sana hancur. "Kami menemukan sekitar 700 orang selamat di tiga desa semalam dan 26 lainnya pagi ini. Kami mengerahkan 25 helikopter untuk mengevakuasi mereka," kata Mayor Jenderal Richard Hu, seorang pejabat senior di tim penyelamat.
Badai Morakot menerjang Taiwan pada akhir pekan lalu, menewaskan sedikitnya 60 orang dan menyebabkan banjir terburuk selama 50 tahun terakhir. Badai ini juga menerjang China di mana sekitar 1,4 juta penduduk dievakuasi dari wilayah pantai. Sedikitnya delapan orang tewas diterjang banjir dan lebih 10.000 rumah warga hancur. Di kota Pengxi, provinsi Zhejiang, China timur, banjir lumpur menghancurkan tujuh rumah dan menewaskan dua orang.
Sementara itu di Jepang, Topan Etau menyebabkan banjir dan longsor menewaskan sedikitnya 15 orang.
