Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 00:12 WIB
Media Australia Tolak China
| Rabu, 12 Agustus 2009 | 03:41 WIB
|
Share:

BBC
Kadeer membantah terlibat dalam kerusuhan di Xinjiang

KOMPAS.com - Pemerintah Cina berusaha menekan National Press Club Australia di Canberra untuk membatalkan pidato pemimpin Uighur, Rebiya Kadeer. Namun, acara yang akan disiarkan langsung sebuah televisi nasional akan diteruskan sesuai rencana.

Cina memandang Kadeer sebagai teroris dan berusaha menghentikan penampilan dia selama kunjungan ke Australia. Ini adalah saat sensitif dalam hubungan Australia-Cina sesudah penangkapan Cina terhadap eksekutif Rio Tinto karena kecurigaan spionasi perusahaan.

Sejumlah diplomat dari kedutaan besar Cina di Canberra berusaha mengajukan tekanan terhadap National Press Club untuk membatalkan pidato pemimpin Uighur, Kadeer pada Selasa (11/8). Namun, seperti kebanyakan pidato di klub itu akan disiarkan langsung di televisi nasional.

"Anda harus membatalkan undangan itu," kata seorang pejabat dilaporkan mengatakan kepada klub wartawan itu.

Pejabat itu kemudian memperingatkan akan "disesalkan" jika hubungan antara Cina dan Australia dirusak penampilan dia. Jika pidato berlanjut, maka tidak boleh disiarkan di televisi nasional, kata pejabat Cina itu seperti dikutip media lokal.

The National Press Club menegaskan akan memberikan tempat kepada Kadeer, Presiden World Uighur Congress, sebuah kelompok yang dipandang Cina sebagai organisasi teroris.

Sumber :
Rabu, 23/05/2012 14:13 WIB

Yaman di Ambang Krisis Pangan

Rabu, 23/05/2012 10:47 WIB

Sepertiga Obat Malaria di Dunia Palsu