PORT HARCOURT, NIGERIA, KOMPAS.com - Seorang komandan gerilya di daerah minyak Nigeria, Senin (10/8), menuduh militer menyerang militan rekannya dengan kapal meriam, dalam insiden yang menggarisbawahi rapuhnya program amnesti yang ditawarkan Presiden Umaru Yar’Adua.
Ateke Tom, yang memimpin kelompok militan di negara bagian Rivers di Delta Niger timur, mengatakan bahwa seorang pemimpin militan rekannya, Soboma George, mengunjunginya di kampnya di kawasan sungai itu pada Minggu setelah kembali dari Abuja, ibukota Nigeria, untuk membahas tawaran Yar’Adua itu. Ia diserang pada saat pulang.


