BAGHDAD, KOMPAS.com - Seorang warga Inggris dan seorang Australia tewas dalam serangan penembakan di daerah dengan pengamanan ketat, "Zona Hijau", di Baghdad, Irak, Minggu (9/8). Kedua orang, yang bekerja bagi perusahaan keamanan ArmorGroup yang berpusat di Inggris, ditembak mati pada pagi hari di daerah kedutaan besar asing dan perkantoran pemerintah Irak.
Dua warga Inggris lain yang diyakini sebagai pegawai ArmorGroup ditahan sebagai tersangka oleh polisi Irak. ArmorGroup dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi kematian kedua orang itu "dalam insiden penembakan", dan mengidentifikasi warga Inggris itu sebagai Paul McGuigan dan warga Australia itu sebagai Darren Hoare.
Aparat keamanan asing seringkali dipekerjakan dalam jasa keamanan bagi perusahaan asing, kedutaan besar dan bahkan pangkalan militer AS. Kekerasan menurun secara berarti di Irak dalam beberapa bulan ini.
Namun, sejumlah serangan meningkat menjelang penarikan militer AS, dan 437 orang Irak tewas pada Juni atau jumlah kematian tertinggi dalam kurun waktu 11 bulan. Jumlah korban tewas akibat kekerasan di Irak turun hingga sepertiga menjadi 275 pada Juli, bulan pertama pasukan Irak bertanggung jawab atas keamanan di daerah-daerah perkotaan sejak invasi pimpinan AS pada 2003.
Gelombang serangan bom yang ditujukan pada muslim Syiah di Baghdad menewaskan 29 orang dan mencederai lebih dari 136 pada Jumat (31/7), sebulan setelah pasukan AS ditarik dari pusat-pusat perkotaan di Irak. Beberapa serangan akhir Juli itu merupakan yang terburuk di Irak sejak dua serangan bom bunuh diri di kota wilayah utara Tal Afar pada 9 Juli menewaskan 35 orang dan mencederai 61.