Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:19 WIB
Mega Menangis Saat Teringat Dibawa ke Polisi
Wahyu Satriani Ari Wulan | Selasa, 4 Agustus 2009 | 17:47 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, berorasi di Lapangan Baruna Ria, Bandar Lampung, Senin (29/6)

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Presiden Megawati Soekarnoputri mengaku sempat teringat saat harus berurusan dengan pihak kepolisian dan kejaksaan di sela-sela pidatonya memberikan penjelasan, di sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (4/8) ini. Karena itu, Mega tampak bergetar dan menangis saat memaparkan penjelasannya tersebut.

"Bukan (tidak menangis). Tetapi saya ingat kayak apa ya dibawa ke polisi sama ke kejaksaan ya. Kan itu mencari keadilan untuk mendapatkan kebenaran," kata Mega, di gedung MK, Jakarta.

Diketahui, Megawati memberikan penjelasan secara langsung di hadapan sidang gugatan perselisihan hasil pemilu presiden 2009 . Dalam penjelasan tersebut, Megawati yang mengenakan baju berwarna hitam dengan corak bunga mawar merah ini, meminta agar MK dapat menggunakan wewenangnya secara adil dan bijaksana.

"Selain sebagai capres, saya juga sebagai warga bangsa yang pernah dipanggil ke polisi, kejaksaan, atau Bawaslu. Dan saya hadir karena percaya Indonesia dibangun sebagai negara hukum. Izinkan saya memohon agar MK dapat menggunakan wewenangnya secara adil dan bijaksana," papar Megawati dengan suara bergetar, saat sidang di MK.

Sementara itu, setelah berjalan lebih dari 2,5 jam, persidangan di MK ditunda untuk sementara (skorsing). Sedianya, sidang gugatan perselisihan hasil pemilu presiden 2009 ini, akan digelar kembali pukul 19.30.